Rabu, 19 Mei 2010

Boleh??

Boleh sedih gaa??
Boleh curhat di blog ini gaaa??
Boleh kecewa gaaa??

This is me, and my silly shattered dreams
i need to learn to understand, Who to blame who to share who to..

Maybe not. Maybe it's just me, having something uber expectations.
Dear little girl, when will you learn?
When one had walked out from you because of that reason, then why do you keep doing the same mistake?





*nangis di pojokan*

Selasa, 18 Mei 2010

Junkie.

Thinking of you,
pour me a heavy dose of things i never knew before.
Like a clenched steel, like a burning scent, like a pretty thin line of orangey, on the horizon.
The only thing i could really understand is..
i love you.

And in this life, oh so short,
having you would be a blessing.
And if i couldnt,
then having a piece of you in the back of my head is enough.
you are the metaphor of life itself,
you are the black coffee, you are a stellar.
Sipping you would keep me awake.
the sweet and tender bitterness,



would it be too much of a lie, if i tell you...

Loved you. Love you. I'll love you. Always.

And if you're a coffee, then im a proud junkie.



Minggu, 16 Mei 2010

Tangkar.

Pada kutub kutub jaman,
Aku diam dan bertanya pada keadaan,
bersombong dan congkak seakan benar.
Ah hati, duhai hati,
tunduklah engkau pada Yang maha memiliki,
itu saja pintaku.

Jadi,
saat nanti datang lagi karam dan badai yang sama, mungkin lebih berat,
usah lagi tertulis dan muncul kesah gelisah itu.
Bukankah kau sendiri yang percaya,
ketegaran adalah perlawanan paling rahasia?

Masih saja,
aku hanyut terbawa amarah yang muncul dan membakar iman seperti api.
Menjauh pergi.

Jaman jangan tangkarkan aku.
Dosa jangan ikat aku.
Dunia jangan pikat aku.
Dan semua adalah hanya sekedar kata saat kita tetap berjalan laju,
lupa pada inti mengapa kita diberi nafas dan terlahir ke dunia.
Dan aku hanya bisa menyampaikan kata,menulis dan menangisi salah yang lalu.

Ah nyawa, jangan dulu habis, jangan dulu habis.
Belum, belum aku merasakan cinta sebenar sebenarnya.



Senin, 10 Mei 2010

to "P"

Masihkah kamu ingat obrolan kita?
Tentang rumah kecil sendu di tepi bukit?
Mungil, sederhana, dan bahagia dalam soliternya?
Rumah itu,katamu,
akan jadi tempat bersandar.
Saat dunia terlalu bising dan riuh,dan melelahkan.
Rumah itu, ceritamu sambil berbinar,
akan jadi tempat pulang.
Pada dindingnya ada cinta.
Pada pintunya ada tawa.
Pada retak retak kayu di lantainya,ribuan rasa siap menyapa.

Di luar,
ilalang,angin dan gemericik air berebut memuja..
Langit biru,teduh lembayung senja dan rimbun pohon,entah lamtoro,cemara juga bunga kenanga..

Dan ribuan buku.. Ribuan kisah! Ribuan mahakarya akan jadi interior penguasa..
Satu,dua, tiga ekor kucing biarkan saja.

Bagiku,akan makin sempurna.
Dengan anak anak, sebuah kisah sederhana.
Tentang kami menantang nikmat dunia. Bukankah surga terbaik diatas semuanya?
Menempuh hari tua dengan puja dan dzikir kepadaNya.

Lalu,lalu,
saat tiba saatku menutup mata,
ada Dia dan dia yang paling kucinta.

Ah sahabatku,masihkah sama impian kita?

Kamis, 06 Mei 2010

Jawa

Aku ingin jadi wanita berhati jawa.
Tunduk,patuh dan rekasa.

Aku ingin jadi wanita berhati Jawa.
Lembut, alon kelakon, dan ngati ati.

Aku ingin jadi wanita berhati Jawa.
Menyimpan pedih dalam hati,dan mengubahnya menjadi senyum.
Ketegaran rendah hati,seperti padi.

Aku ingin jadi wanita berhati Jawa.
Seperti bumi,tetap memberi meski diinjak dan diludahi.

Aku ingin jadi wanita berhati Jawa.
Kaya budi, gemah ripah loh jinawi oleh kelembutan hati.

Aku ingin jadi wanita berhati Jawa.
Meniti nasib dan jalanan berduri dengan dagu tegak terangkat.
Bangkit dari tersungkur dengan langkah anggun.
Menerima nasib dan pahit yang ginaris,
nduk,cah ayu,karena diam bukanlah berarti kalah,dan ketegaran adalah perlawanan paling rahasia..
Pertolongan Gusti Ingkang Welas Asih adalah sangat dekat..

Rabu, 05 Mei 2010

M

Pacarku guru ngajiku
menyayangiku dalam omelnya saat tho' bertukar dho' dan tajwid tidak terbaca benar.

Pacarku dokterku
menyayangiku saat gigiku bengkak,asmaku kumat, maagku menggila,
dalam amarah khawatir, tepuk lembut di dahi,dan sms mengingatkan aku untuk makan dan minum obat.

Pacarku supirku
menyayangiku dalam macetnya Jakarta,
antara Gatsu Bintaro jam pulang kerja yang menggila.

Pacarku ayahku
mengingatkan tentang hidup, tujuan, dan perjuangan.
Menyayangiku dalam nasihat nasihat kecilnya.

Pacarku adikku juga.
Manja dengan mata coklatnya,
merajuk dengan bahasa rahasia.
Masih ada cemburu dan curiga juga.


Pada jalan yang kian terjal ini, janganlah pergi dan berubah.
Janganlah layu pada janji dan kata.
Tetaplah jadi pria..

Selasa, 04 Mei 2010

Es U SU Es Ha I. SUSHI.

Hmm. Ga ada hubungannya si sebenernya antara sushi dan gigi geligi, hihihi.

Dulu, pas awal jadian, Medi mencibir pada kegemaran saya akan sushi.
"Makanan ga enak gitu mahal."
Oke. dia belum tau aja saya termasuk setan senior. dulu pas jadian sama si aa, dia awalnya ga suka seafood sekarang jadi suka setelah saya setanin. .. +bangga+. Jadi, saya pikir waktu itu, kenapa Medi juga g bs dipengaruhi? Mari kita bawa Medi ke jalan yang benar. +setanmodeon+

First attempt: Sushi Tei...
Disini, saya lupa pesen apa, Medi pesen udon gitu. (dia ga mau mesen sushi). Saya kalo ga salah pesen dua porsi fusion sushi.. garlic chicken sama apa gitu +lupa+. Sengaja ga pilih yang mentah soalnya si buncit itu mau nyobain, kalo langsung mentah jangan lah ya, masih pemula.. +songong+.
Results : mencibir, ngomel2, ngehina, dan bilang males makan sushi lagi.
okeeeee.

Second attempt : Sushi groove.
Disini, saya masih pesen fusion sushi.. pengen si ama nigiri salmon, hihi, tapi ntar dulu.. gas satu dulu.. Masi pesen menu pendamping Spicy hamburg, pasta pake daging burger gitu.. dan enak bangeeett.. bener deh.. ^^
Fusionnya pesen sushi sejuta umat, california roll.. Flying geisha juga... sama satu lagi tapi lupa..
Nah, disini Medi mulai suka sama Flying Geisha, california roll so so lah ya.. Tapi kalo Flying Geisha belum bener2 saya anggep makan sushi, abis digoreng pake kulit tahu gitu..^^

Third attempt : sushi murah di depan warung sushi di Bintaro.
Lupa pesen apaan, hahaha.. kita berdua sama sama ga gt suka..
Tapi dari sini udah keliatan lah ya, Medi tampak mulai "menikmati" sushi..

Four attempt : sushi groove lagi.. yihaaa. emang paling aman si disini, sushi tei di PIM ngantrinya suka bikin males duluan soalnya.. Sebenernya pengen banget bawa ke poke sushi buat nyobain salmon salad yang parah gila enaknya, sayang di PIM udah g ada lagi..
Disini pesen Kamikaze roll, Crunchy Spicy tuna roll, (masih) spicy hamburg, daan.. eng ing eng.. nigiri salmoon.. yihaa.. udah ngeces2, lagian pengen tau juga, kalo di Groove apa sushi mentahnya cukup seger..
Dan.. tadaaa.. he loved nigiri salmon! Dia suka sushi mentahnya!! bagus nak.. kutahbiskan kamu menjadi sushi-er pemula. Masi pemulalah, hahahah.
disini, porsi makan sushi masih dikuasi oleh saya mwahahahah. dari 8 potong, dia makan 3..

Nah, yang terakhir.. kemaren kita memutuskan maen lagi ke sushi groove..
Disini kita pesen :
1. Princess roll
2. Nigiri sushi
3. Chicken Curry udon
4. satu lagi lupa.. tuna, cream cheese pake tobiko dan spicy sauce gitu di atasnya..
Hasilnya?? kekenyangan paraaahhh hahaha... Rada salah pesen makanan pendamping Udon kari.. kalo spicy hamburg kan rasanya rada "light" gitu.. ini udonnya meni tebel pisaannn, kenyal, bumbunya pun kentel gitu.. dan datengnya pertama aja gitu.. buhuhuhu, mami.. setelah semangkok berdua udon, yaudin, kekenyanganlah kita..
Yang bikin saya seneng, disini Medi mulai nampak sebagai penggemar sushi, hehehe.. Wasabi, shoyu dan kawan kawannya itu dengan luwesnya ditata dan dimakan.. tapi sayang masi sepotong dua kali gigit.. hihihi.. dan disini porsinya udah fifty fifty loh.. jadi dia bener2 makan setengah porsi dari tiap sushi yang kita pesen.. anak baik.. +puk puk+

Yang jelas, saya berencana menculik dia buat dibawa ke Poke sushiii.. hihii.. salmon salaaadd im soooo gonna coming to you!!
Kesimpulan? oh, ternyata eyke masih setan penggoda yang baik.. tralala tralala...









Kamis, 29 April 2010

Adolescence

When somebody says.. that adolescence means less fun..
Right now? i'd say yes.

*mendengar celetukan dan cemoohan tanda tidak setuju*
Okay, okay, please, go easy on me, people.

Kenapa saya bilang begitu?? Karena tiap tindakan kita saat ini memiliki tanggung jawab, tiap aksi akan mengundang reaksi. Dan semakin bertambah umur dan kedewasaan kita, semakin kita tahu bahwa dalam tiap langkah kehidupan yang kita ambil, ada hal kecil bernama kedewasaan yang lambat laun masuk memasuki hidup kita, dan pelan mengambil alih hal kecil bernama keacuhan.

See, you cant no longer running in the park without people staring at you.
You cant no longer wearing underwear only without people claimng you as perv.
You cant no longer dancing in the rain (well, yes you still can, actually.. ^^)..

Dan masalah. Saya ga tau darimana datangnya masalah masalah ini. But they came and yes, indeed, they took my fun away. Ada kalanya saat saya bersama teman2 terbaik saya, saya harus membiarkan masalah masalah itu mengambil sedikit space dalam hati dan otak saya. Where did they come from? and why am i bothering myself thinking of them? Since when?

Dan yang menarik.. hal yang dahulu terasa jadi masalah yang beratttt banget, saat ini begitu ingin saya tertawakan. I did remember, when i was 5 or 6. Saya batal pergi ke Mall (cieh, mall.. Semacam pusat perbelanjaan gitulah) di Malang. Saya shock!! Saya marah! Saya kecewa berat.. Sesiangan itu saya sudah asyik memikirkan mau pake baju apa, mau ngapain aja, mau beli apa aja pake duit mama.. :P. Dan turun hujan. Dan batal. Lalu saya berteriak marah ke langit..
"Ya Allah... kenapa Kau turunkan hujaaan?? apa Kau tak ingin melihat aku pergi ke Mall??"
And i did crying hysterically.
Damn. Ternyata dari kecil pun saya sudah bakat jadi drama queen.

Saat ini, semua hal yang pernah begitu merisaukan saya di masa lalu, terasa begitu jauh. Ada masalah masalah yang jauh lebih berat, masalah masalah yang saat ini membebani saya, tapi Insyaallah, saya percaya ini adalah bagian dari apa yang digariskan..
Yang jelas, semakin bertambah umur (dan Insyaallah kedewasaan saya) rasanya seperti kita bisa melihat suatu masalah itu ga cuma dari sisi yang jeleknya saja..

Buat saya, masalah adalah sebuah tembok. When i was a little kid, i saw them as a tall, big, wide problem. Lalu saya tumbuh. Pelan pelan, tinggi saya sama dengan tembok itu. Still, i cant find why and how this wall is blocking my way. But then again, i find myself taller than this wall. Dan di balik tembok itu, i see a silverlining. Masih butuh usaha dan pasti saya juga bisa jatuh tiap saya memenjat tembok itu. The pain will felt the same. The bruises will still be there. Saya tumbuh, bukannya jadi kebal terhadap masalah. but one thing i learn, ga ada yang sia sia buat semua hal yang kita alami dan jalani. Tiap masalah beda dan tiap sakit yang kita rasakan itu benar benar mebuatmu jauh, jauh lebih kuat.
Jangan pernah berpikir masalah yang kita alami udah ngepol. Oh no, there will be more to come. But note this..

Whatever your problem is, itu semua akan berlalu. Tuhan ga ngasih masalah yang lebih besar dari kemampuan kita, dan Tuhan kasih masalah itu buat lihat gimana kita hadapin itu. and i'd confidently say.. Rugi kalo kita stuck dan whining pada satu masalah. Rugi kalo kita terus menerus bersusah hati.. Percayalah, happiness itu state of mind..

So, i'd say.. hey problem, come and get me.. But i wont go easy on you..


Sabtu, 24 April 2010

Kepada belahan hatiku.

Mencintaimu bukanlah sebuah sekedar perasaan anak belasan tahun yang ingin saling memeluk dan mencuri curi kesempatan untuk berciuman.
Mencintaimu bukan pula sebuah ketergesaan yang jatuh bagaikan puzzle, tepat lekat di tempatnya.

Mencintaimu, adalah sebuah pilihan.
Mencintaimu adalah sebuah pemikiran untuk menerimamu masuk dalam hidupku yang tidak sempurna, namun, sungguh ingin kubuat berarti dalam sisa detiknya.
Mencintaimu adalah manifestasi kehidupan yang kusadar dalam umur yang mungkin semakin senja.
Hidup tak selalu tentang apa yang kita inginkan, tapi kita butuhkan.
Dan mencintaimu, menerimamu dalam hidupku sesungguhnya adalah pilihanku.

Maka, mungkin aku tidak bisa memberikan kata-bunga-perhatian dan sebuah rona malu.
aku mencintaimu dalam kedewasaan dan kesadaranku,
memilihmu (insyaallah) dengan sepenuh hatiku, bahwa hidup adalah keras, hidup adalah singkat,
dan perasaan adalah hal yang mungkin terlalu diagung agungkan.
Dan membawamu, kedalam hidupku yang singkat untuk menjalaninya setepat tepatnya, sebener benarnya hakikat hidup.
Menyempurnakan setengah, dari apa yang mungkin seujung kukupun aku masih belum sanggup memahami.

Maukah kamu,
di sisiku untuk berjalan dan mensyukuri?
di sisiku untuk menopang dan bersabar?
di sisiku untuk bergandengan tangan dan saling mengingatkan?

Mencintaimu karena Dia,
adalah sebenar benar cinta.



Satu

Ya Rabb,
Engkau paling mengerti,
tentang semua ragu dan kecamuk dalam hati..
Tentang semua sesak dan cekat yang terkadang membunuh asa..

Ya Rabb,
Hati ini sungguh perih dan busuk oleh benci,
mulut ini penuh racun,dan sungguh tangan tangan ini ingin menyakiti..

Ya Rabb,
sungguh Engkau yang Maha Kasih,
andaikata tiap niat dan pikiran jahat tercatat dosa,
sungguh,sungguh terpuruk hamba jauh di dasar neraka.

Ya Rabb,
sesungguhnya hamba rindu padaMu,
tapi untuk menemuiMu sekarang,sungguh jauh dari kata pantas.
Apakah doa? Apakah kebaikan? Apakah amalan yang pantas dibanggakan?

Ya Rabb,
ijinkan hamba diam dan tersungkur,
ijinkan hamba berhenti membenci,
ijinkan hamba menikmati perihnya sendiri,
ijinkan hamba meresapi tangis dan lara ini..
Karena tiap sakit adalah pengingat,dan tiap luka membawa lebih,lebih dekat padaMu.

Duhai gusti, Engkau Yang Maha indah,
Pengobat lara dan luka hati.
Sebuah sajak tanpa akhir,
pada penghujung malam kusematkan dia di jalur bintang..

Merindukan pertemuan selanjutnya denganMu..
Ah,Engkau Yang Selalu Terjaga
aku percaya takkan letih Kau mendengar keluh resah ini..