Rabu, 25 Februari 2009

Complicated

Lagi dengerin lagu my favorite things..

"and i simply remember my favorite things,and suddenly i dont feel so bad.."

And i wish that i could go back to my childhood time.

Saat dimana kita bisa seneng cuma dengan dijanjiin lolipop.
Saat dimana kita bisa berhenti nangis cuma gara gara liat kembang api,atau topeng monyet.

Saat dimana sedih cuma 'itu' dan sederhana. Saat dimana senyum adalah nafas,begitu gampang, begitu natural.

Saat dimana dunia itu warna warni. Gak ada hitam gak ada abu abu.

Because, u know what?
Makin dewasa, makin ribet, makin complicated.
Gw g bs lagi berhenti nangis cuma dengan lolipop atau permen coklat. Gw g bisa lagi tersenyum atau ngrasa seneng semudah dulu.
Pain is pain,bukan sekedar sakit karena dimarahin orang tua, jatoh pas lari lari, atau kehilangan duit di jalan.

Pain is pain. Sesuatu yang menghunjam,sampai ke dalam,dan tanpa sadar,lu udah nangis. Begitu saja.

And it cannot be erased. Kenapa bisa gitu?

Once again,u are rite. Jadi dewasa itu kutukan.

5 komentar:

Anonim mengatakan...

kayaknya postinganmu nyabung ke postinganku deh vi ..yang ini pengen jadi anak2, yg punyaku pengen jadi orang dewasa hahaha...
that's our life, our choice, our chance, our ways..life its not easy but its always beautiful *cantigi mode*

semangat vi! ^^v

indah dot kom

Anonim mengatakan...

bukan its not bu, tapi is doang, salah ketik wahaha

indah dot kom

Anonim mengatakan...

bukan is deng tapi is not wahaha *walah2 kasih penjelasan ga jelas begini..ga papa deh, biar rame :D*

Haris mengatakan...

jadi dewasa...
terkadang bisa terasa sperti kutukan,
tapi... pernah baca cerita kisah sebuah cangkir keramik?

kira2 sperti itu deh

Anonim mengatakan...

Do you really know where you are going? Do you have a plan-of-action to take the kinks out of your road to the future? you can reach and find happiness. You can reach for that plain peace-of-mind which you desire. All you have to do is turn the key and open the door.

-Crossroad--