gara gara ini,
Ill try to answer here, ya wul..
1. Seiman. Penting, non debatable.
2. Tegas. Secaraaaa, ngadepin mahluk model kek gini, hahaha
3. Pinter. Wawasannya luas, enak diajak ngobrol.
4. Fisik? wangi, bersih,tapi bukan cowo pesolek. in fact, i always find myself attracted to ngasal-cuek-penampilan guy.
5. Sabar. tapi tegesnya juga ga ilang.
6. A good listener.
7. Pendiam ga masalah, bawel juga boleh,in a good way tapinya. Yang penting nyambung.
8. Dia harus laki banget. Iya. Gmn ngejelasinnya ya? seperti itulah. heheheh.
9. Bukan tipe suami Takut Istri. Ughh, jangan sampe deh. I dont wanna be a dominatrix female.
10.Oh, and he has to have a chivalry inside him. We, women loooooove to be pampered!!
Yup. that's it, i think. buat sementaraaa. ^^
There are things that remain the same, the place you will always come home to.
Kamis, 11 Juni 2009
Senin, 08 Juni 2009
Uneasy
Setelah UAS, gw menggila.
UAS beres hari Rabu siang. Rabu malem perpisahan kelas di Japos, dengan games dan makan2 seru. Nyambung Karaoke sampe jam 1 malem.
Kamis pagi, ke kampus, ketemuan ma bocah bocah, becanda becanda. KE BP, makan es krim. Langsung cabut ke Bandung. Begitu sampe, ngider ke Warung Pasta, maen jempolan dan ABC-an di Roemah kopi. Lanjut sesi foto foto di Jalan Asia Afrika. Balik ke hotel jam 1 malem. Gak bisa tidur, onlen dan telepon2an sampe jam 3.
Jumat pagi, udah dijemput bocah bocah buat sesi pemotretan kedua di Braga. Lanjut ke Jonas, masih sesi pemotretan. Makan bubur, balik ke hotel, tepar sampe jumatan. Check out, nongkrong di kosan Rukma. Lanjut ke Comic corner, trus balik lagi ke kosan rukma, trus makan di Koboy. Balik Jakarta. Nyampe kosan jam setengah sebelas malem. Tidur jam setengah dua malem.
Sabtu pagi, ngider di PIM cari baju kondangan. Malem kondangan, lanjut nonton midnite sampe jam 2 malem. Tidur langsung.
Minggu pagi, ngider di Grand Indonesia, Gambir dan FX. Nonton film gak penting, makan, foto2 di taman Jepang, ahahha... nyari tiket juga buat balik ke Malang. Nyampe kosan jam 11 malem. Tidur jam 1 malem.
Senin pagi, ke Dufan seharian, langsung estafet ke PIM buat ketemuan bocah bocah. Pulang, nulis blog.
Gue gak bisa sendirian tanpa kegiatan. Iya, gak bisa. Gue takut kepikiran, gue takut memikirkan, gue takut ended up weeping alone, again.
Makanya gw menggila. Apapun, bagaimanapun, i just want to have something to do. Sampe sakit sampe tepar sampe capek sampe gw bisa tidur nyenyak, tanpa mikirin masalah itu. LAgi.
And i feel kinda grateful for having this blog, to write almost anything. Gw dah ga mu pake sensor sensor lagi deh, ahahahha, ill just write about anything.
Gw masih belum bisa sepenuhnya lupa, dan gw masih dalam progress buat nglupain. Semoga bisa, harus bisa. Apalagi setelah (barusan) gw buka FB dan menemukan hal yang rada nyakitin. Gw ga tau ya kalian baca apa gak, tapi gw yakin, kalian tau apa yang kalian lakuin itu gak bijak. Apa yang kalian lakuin mungkin keliatan kayak seru, mojokin gw kek gitu. Believe me, that hurts.
Gw dah cukup tau gimana rasanya, gak perlu diperjelas kek gitu. Tapi makasih ya.
UAS beres hari Rabu siang. Rabu malem perpisahan kelas di Japos, dengan games dan makan2 seru. Nyambung Karaoke sampe jam 1 malem.
Kamis pagi, ke kampus, ketemuan ma bocah bocah, becanda becanda. KE BP, makan es krim. Langsung cabut ke Bandung. Begitu sampe, ngider ke Warung Pasta, maen jempolan dan ABC-an di Roemah kopi. Lanjut sesi foto foto di Jalan Asia Afrika. Balik ke hotel jam 1 malem. Gak bisa tidur, onlen dan telepon2an sampe jam 3.
Jumat pagi, udah dijemput bocah bocah buat sesi pemotretan kedua di Braga. Lanjut ke Jonas, masih sesi pemotretan. Makan bubur, balik ke hotel, tepar sampe jumatan. Check out, nongkrong di kosan Rukma. Lanjut ke Comic corner, trus balik lagi ke kosan rukma, trus makan di Koboy. Balik Jakarta. Nyampe kosan jam setengah sebelas malem. Tidur jam setengah dua malem.
Sabtu pagi, ngider di PIM cari baju kondangan. Malem kondangan, lanjut nonton midnite sampe jam 2 malem. Tidur langsung.
Minggu pagi, ngider di Grand Indonesia, Gambir dan FX. Nonton film gak penting, makan, foto2 di taman Jepang, ahahha... nyari tiket juga buat balik ke Malang. Nyampe kosan jam 11 malem. Tidur jam 1 malem.
Senin pagi, ke Dufan seharian, langsung estafet ke PIM buat ketemuan bocah bocah. Pulang, nulis blog.
Gue gak bisa sendirian tanpa kegiatan. Iya, gak bisa. Gue takut kepikiran, gue takut memikirkan, gue takut ended up weeping alone, again.
Makanya gw menggila. Apapun, bagaimanapun, i just want to have something to do. Sampe sakit sampe tepar sampe capek sampe gw bisa tidur nyenyak, tanpa mikirin masalah itu. LAgi.
And i feel kinda grateful for having this blog, to write almost anything. Gw dah ga mu pake sensor sensor lagi deh, ahahahha, ill just write about anything.
Gw masih belum bisa sepenuhnya lupa, dan gw masih dalam progress buat nglupain. Semoga bisa, harus bisa. Apalagi setelah (barusan) gw buka FB dan menemukan hal yang rada nyakitin. Gw ga tau ya kalian baca apa gak, tapi gw yakin, kalian tau apa yang kalian lakuin itu gak bijak. Apa yang kalian lakuin mungkin keliatan kayak seru, mojokin gw kek gitu. Believe me, that hurts.
Gw dah cukup tau gimana rasanya, gak perlu diperjelas kek gitu. Tapi makasih ya.
Sabtu, 06 Juni 2009
Tentang bandung
yang bukan lagi milikku,
aku selalu karam pada kata kata,
untuk bandung, untuknya, untuk semua.
Dan tiap aku kembali ke kotanya,
ia menerimaku dalam hangat bersahabat,
untuk lalu menyelipkan pisau itu,
jauh, jauh ke ulu hati.
sakitnya mati.
Bandung bukan lagi kotaku untuk dinikmati.
Kamu membuatku, membencinya setengah mati.
aku selalu karam pada kata kata,
untuk bandung, untuknya, untuk semua.
Dan tiap aku kembali ke kotanya,
ia menerimaku dalam hangat bersahabat,
untuk lalu menyelipkan pisau itu,
jauh, jauh ke ulu hati.
sakitnya mati.
Bandung bukan lagi kotaku untuk dinikmati.
Kamu membuatku, membencinya setengah mati.
Malam ini
Tentang gerimis yang mendadak muncul di hati,
aku tak hendak mencari analogi.
entah cinta, entah cemburu, entah rindu milik sesiapa.
Kubuang ia di jalanan tak bertuan
kedalam kaleng kosong, nyaring berdentang.
aku tak hendak mencari analogi.
entah cinta, entah cemburu, entah rindu milik sesiapa.
Kubuang ia di jalanan tak bertuan
kedalam kaleng kosong, nyaring berdentang.
Rabu, 03 Juni 2009
Namanya A
He's the only person that move me to write. Puisi puisi di blog ini, ada dua macam. Kisahku, dan kisah seseorang yang dekat denganku. entah itu sahabat, sodara, temen, temen curhat..
The rest of it, itulah A.
Dia lelaki, tentu saja, saya sangat normal.
Dia...
Dia lah satu satunya orang yang bisa membuat saya marah dan kangen sekaligus pada saat yang bersamaan.
Tertawa sekaligus menangis, he's my anger and ease..
Dia adalah orang yang sangat, sangat saya sayang sekaligus saya sia siakan. Dalam waktu yang bersamaan. Menyesal? ya.
Too much comfort, too much.
And along with his leaving, he took the biggest portion of my heart, the biggest.
Weel yeah, i'd blame him because i couldn't find any space left to be shared with somebody new.
I moved on, i've moved on, i'll move on. Im trying.
He's both the best and the worst thing that ever happened to my life, somebody i love and hate at the odd, equivalent intensity.
I dumped him, he dumped me, maybe we both just not meant to be.
But he was the only person that i trusted to hold my hand and vow the Ijab Kabul. He was. He was everything, he was the reason.
Dan ketika sesuatu yang sangat kamu percaya dan mengakar begitu dalam di dirimu, tercabut, apa yang terjadi?
U bleed to death. U will heal. Later.
But now, you bleed to death.
And you wake up everyday hoping that the wound will be just fine. Dan kalau hati, perasaan itu adalah sesuatu yang konkrit dan nyata, kasat mata... i'd probabaly wake up screaming, seeing my heart bleed, wounded, shattered.. Bolong menganga.
What could be better?
And i hate him. And i love him. And i pray, but the other times i curse.
He walked out of my life. He's out my life. I need to walk out of my life too, but how?
Tolong orang itu dijumroh kalo ketemu..... Sial.
The rest of it, itulah A.
Dia lelaki, tentu saja, saya sangat normal.
Dia...
Dia lah satu satunya orang yang bisa membuat saya marah dan kangen sekaligus pada saat yang bersamaan.
Tertawa sekaligus menangis, he's my anger and ease..
Dia adalah orang yang sangat, sangat saya sayang sekaligus saya sia siakan. Dalam waktu yang bersamaan. Menyesal? ya.
Too much comfort, too much.
And along with his leaving, he took the biggest portion of my heart, the biggest.
Weel yeah, i'd blame him because i couldn't find any space left to be shared with somebody new.
I moved on, i've moved on, i'll move on. Im trying.
He's both the best and the worst thing that ever happened to my life, somebody i love and hate at the odd, equivalent intensity.
I dumped him, he dumped me, maybe we both just not meant to be.
But he was the only person that i trusted to hold my hand and vow the Ijab Kabul. He was. He was everything, he was the reason.
Dan ketika sesuatu yang sangat kamu percaya dan mengakar begitu dalam di dirimu, tercabut, apa yang terjadi?
U bleed to death. U will heal. Later.
But now, you bleed to death.
And you wake up everyday hoping that the wound will be just fine. Dan kalau hati, perasaan itu adalah sesuatu yang konkrit dan nyata, kasat mata... i'd probabaly wake up screaming, seeing my heart bleed, wounded, shattered.. Bolong menganga.
What could be better?
And i hate him. And i love him. And i pray, but the other times i curse.
He walked out of my life. He's out my life. I need to walk out of my life too, but how?
Tolong orang itu dijumroh kalo ketemu..... Sial.
Selasa, 02 Juni 2009
Kopi ini
Kubagi bersama mentari pagi,
karena cuma ia yang setia padaku,
setiap hari sampai nanti menghilang lagi.
karena cuma ia yang setia padaku,
setiap hari sampai nanti menghilang lagi.
Mourning morning
Not that im not being grateful to everything i have in my life.
Alhamdulillah ya Allah, Kau telah memberikan aku semua yang terbaik bagiku, terima kasih ya Gusti allah...
But there are times when we wake up and feel completely incomplete.
Kehilangan sesuatu.
Setengah.
Dan kita aga tau apa itu.
Kita cuma tau kalo ada space kosong, yang seharusnya terisi, dan saat kita tau space itu memang kosong, it hurts you silently.
No im not talking about Pacar, suami, atau apapaun itu. Cuz, i have no idea about what i am feeling right now.
Morning's just as beautiful as it used to be, and birds do sing outside my window (yeah, they really do!!), a half-filled cup of coffee in my hand, and, i dont know, i just want to mourn and weep.
duh gusti, maafkan hambamu ini, yang begitu sering mengeluh dalam semua limpahan berkat yang Kau berikan..
so tell me, is it just me, or are we all do, have these times of mourning for something that we dont really know what it is.
Or maybe i know, im just feeling a bit superior to admit?
that i miss being with somebody?
or maybe im just a bit lonely?
or maybe, just maybe.
I have an emptiness i need to share with you, and i know that you've left the usual space, so i go there alone by myself, wonder if you feel the same way too, sorry, hope that you feel the same way too.
God,i really miss u...
Alhamdulillah ya Allah, Kau telah memberikan aku semua yang terbaik bagiku, terima kasih ya Gusti allah...
But there are times when we wake up and feel completely incomplete.
Kehilangan sesuatu.
Setengah.
Dan kita aga tau apa itu.
Kita cuma tau kalo ada space kosong, yang seharusnya terisi, dan saat kita tau space itu memang kosong, it hurts you silently.
No im not talking about Pacar, suami, atau apapaun itu. Cuz, i have no idea about what i am feeling right now.
Morning's just as beautiful as it used to be, and birds do sing outside my window (yeah, they really do!!), a half-filled cup of coffee in my hand, and, i dont know, i just want to mourn and weep.
duh gusti, maafkan hambamu ini, yang begitu sering mengeluh dalam semua limpahan berkat yang Kau berikan..
so tell me, is it just me, or are we all do, have these times of mourning for something that we dont really know what it is.
Or maybe i know, im just feeling a bit superior to admit?
that i miss being with somebody?
or maybe im just a bit lonely?
or maybe, just maybe.
I have an emptiness i need to share with you, and i know that you've left the usual space, so i go there alone by myself, wonder if you feel the same way too, sorry, hope that you feel the same way too.
God,i really miss u...
Rabu, 20 Mei 2009
Turbulensi
Malam ini,
hatiku mengendap dari belakang
dan
menusukku dengan kesempurnaan seorang pembunuh berdarah dingin,
lagi lagi
harus kuputuskan untuk tidak lagi mempercayai intuisi.
Kau tahu kenapa?
Karena seperti namanya,
ia adalah tidak pasti,
Nyawaku mungkin satu mungkin seribu,
adalah lara yang bicara tentang seberapa jauh,
aku dapat bertahan.
Beri aku,
sekali lagi.
hatiku mengendap dari belakang
dan
menusukku dengan kesempurnaan seorang pembunuh berdarah dingin,
lagi lagi
harus kuputuskan untuk tidak lagi mempercayai intuisi.
Kau tahu kenapa?
Karena seperti namanya,
ia adalah tidak pasti,
Nyawaku mungkin satu mungkin seribu,
adalah lara yang bicara tentang seberapa jauh,
aku dapat bertahan.
Beri aku,
sekali lagi.
Minggu, 03 Mei 2009
rintik
Rintik di tepian jalan,
dengan binar lampu memayungi tiap titiknya,
malam ini.
Dan aku, tersenyum.
Karena,
ada yang Maha indah menegurku,
bahwa,
rintik hujan pun,
bisa turut berbagi senyum dalam larik lariknya,
yang tak habis tercurah, terus menerus.
konstan memberi pada bumi.
Aku, jatuh cinta lagi pada keberadaanMu, dimana mana.
dengan binar lampu memayungi tiap titiknya,
malam ini.
Dan aku, tersenyum.
Karena,
ada yang Maha indah menegurku,
bahwa,
rintik hujan pun,
bisa turut berbagi senyum dalam larik lariknya,
yang tak habis tercurah, terus menerus.
konstan memberi pada bumi.
Aku, jatuh cinta lagi pada keberadaanMu, dimana mana.
Langganan:
Postingan (Atom)