Senin, 30 Juli 2012

Tersesat

Titip salam buat mimpi dan janji.
akan kutulis obituari, tentang mereka yang hinggap sekedar untuk mati.
di kaki- kaki waktu. 
Melelah pada pendakian yang tak kunjung usang. 


Hidupku, hidupmu, adalah rangkaian yang ditulis dengan pena kasat mata.
Sekuat apapun kita mencoba, alur itu adalah benang kuat yang mengikat kita, dan kita ikut arus dan kita melawan arus, dan kita kadang (merasa) berjuang.

Aku. tidak tahu.
Sampai mana aku harus mencoba, sampai mana ku harus berhenti.
Tapi, yang kutahu, bahagia itu pasti.

Kalau lelah nanti kaki-kakiku, aku cuma ingin mengingat, hati ini bisa menghangat, karena kita adalah tuhan kecil di dalam diri. 
Tersesat? mungkin saja. Tapi jangan hilang ingat, itu saja.

Senin, 16 Juli 2012

berhenti itu percuma.

You learn about love from unexpected person, at the most unexpected time. If there's one thing that I know is true about myself, I have no doubt that I'm a complete idiot when it comes to falling for someone. It's a complete falling from the top, thus, when I hit the rock bottom.. I break myself into pieces. Sakit? Iya. Dari situ saya belajar defensif. Belajar berhenti jatuh cinta. Belajar melupakan. Belajar menggunakan otak. Tapi, saya melupakan satu fakta penting. Jatuh cinta, pada orang-orang lain yang mungkin tidak kamu sadari. Awalnya, berbagi. Call me an asshole, because I am. I start to build friendship by the time I lose my only trusted friend. My boyfriend. I learned to make friend very late, didn't I? Dan demi tuhan, tidak pernah sekalipun saya tahu, kalau menyayangi seseorang bisa demikian mudah. I have several names, which, are the most special person in my life. I have a soft spot for them. I would cry when they get hurt (which I did). And I would be happy, if they're happy. Aside from my family, being with them is the treasure I would always pursue. Saya jatuh cinta kepada mereka tanpa saya sadari. Dan tiba-tiba, mereka sudah jadi orang-orang penting dalam hidup saya. I let them in, and no, I would never let them go. Ever. They're not always around, but I know better, that distance means nothing. When you split secrets, your deepest pain and past, you split a piece of you and give it to them. I learn that giving love is never hurt. I never change. I'm still the same person that would love wholeheartedly. It's in my blood. So I let myself fall for my best friends. And the weirdest thing is.. I stop asking back. I completely forgot about equality in relationship. Here comes the truth.. You have to love, and love, and love to find that simple happiness. Semakin saya menyayangi seseorang dan melupakan tentang kehilangan dan kepemilikan, semakin saya bahagia. I'm happy just by seeing Kriww in her most special day. I'm happy just by leaning my head in Mbak Ska's shoulder. I'm happy having nowhere conversation with Edo. I'm happy listening to Khaafi's stories. I'm happy teasing Mbem about his stomach. I'm happy seeing Nyo2 bubbling about anything. I'm happy just by reading Roid's tweets. And I'm ecstatic hearing Kodin's news.

 And many, many other names that never fail to make me feel warm. I'm happy when they need me, share some stories, knock into my window, or simply say hi. If this isn't love, then I don't know what to call this. 


Hey, stranger. Kamu sekeping gravitasi yang muncul untuk selalu mengingatkan aku lagi, Sekuat apapun aku mencoba, akan ada selalu jatuh yang sama. Kalaupun lewat saatnya, terima kasih. Kamu membuatku tahu, selalu ada ruang untuk dibentang, sayang untuk diberikan. Hatiku hanya pinjaman. Cinta yang ruah ini kita semua tahu asalnya dari mana. Kalau titik ini hanya lintasan, kamu Aldebaran yang menuntunku pulang. Tentang sebuah kenyataan, kalau aku hanya tahu mencintai sepenuh hati. Tapi bukan untuk menggantung dan menyandarkan diri. Sebuah hati yang sama, dengan kesadaran berbeda. Akan selalu ada titik-titik pelangi seperti ini. Aku hanya perlu memberi sepenuh hati, itu saja.

Jumat, 13 April 2012

rasuk

dan aku berharap bisa mengenalmu, mencintaimu lebih tulus.

seperti tubuh tubuh lelah yang merebah di peraduan tanpa paksaan.

bukankah jatuh cinta, bahkan dari namanya adalah sebuah gravitasi, tarikan tanpa dapat dielakkan?

dan siapalah aku, sekedar manusia yang mungkin tak ad artinya, tanpa sebuah nama dan identitas di padang mahsyar maha besar.

Ini hanyalah sebuah misteri ilahi, dan otak serta hatiku hanya keping yang menjalani takdirnya sebagai bagian dari satu kesatuan maha raksasa. menjalankan tugasnya sebagai penggerak, angin yang mungkin jadi beliung kelak.

detik ini, aku mungkin terlalu bodoh memahami. Tapi satu hal kutahu pasti, jika Tuhan telah membuatmu jatuh hati, maka jatuhlah sampai tiba saatnya kamu benar benar harus pergi.

menyerah hanyalah sebuah reaksi purba tentang ketakutan akan hancur dan sakit lagi. Dan manusia, mahluk Tuhan yang paling sempurna, sungguh diciptakan dengan kapabilitas sempurna untuk hidup dan tetap berdiri meskipun... hati yang menjadi inti harus lebur tersakiti.

Tiap hati memiliki nyawa, dan ia bukan sekedar nyawa biasa. Hatimulah burung burung api, dari patah ia hidup dan mencinta lagi.

Jumat, 16 Maret 2012

in search of...

When we lose our purpose, it's like we're broken (Hugo)


It gives me shiver. True. I actually know how it feels to lose a purpose, i've been there several times. There's this force that keeps us awake everyday, every single second, that reminds us what we live for. And sometimes, when we lose it, we no longer have reason to live.
Sebenernya, kita semua punya tujuan, aside dari kehidupan kita sebagai pemeluk suatu agama yang percaya bahwa tujuan hidup kita adalah menyembah Yang Maha tunggal, gue selalu percaya kalau ada beberapa hal yang jadi kekuatan dan alasan kita buat survive, dan meneruskan this so-called-life.

It could be someone.
It could be something.
It could be anything.

I, honestly, still trying to figure what's mine. But everyday, there's always this little path i try to find. Misalnya, pagi2 udah mikir, hari ini mau ini, ini dan ini. Atau malemnya, mikir, hari ini mesti begini, begini, begitu.
It's okay that we dont have the big purpose, yet. You can always start by something little like..
I want to bake somecake later.
I want to eat this delicious pasta tonight.
I want to jog tomorrow morning.

Then, move on to something bigger..
I want to have my own coffeeshop.
I want to buy that car.
I want to go to Paris for vacation.

Material thingy-much? Well, there's always a room for things like..
I want to bitch less.
I want to stop whining.
I want to pay more attention to people i love.

Just some small purposes that keep you alive while you're searching for the biggest thing you really love, and you decide that it's the thing you are willing to die for. Create your own purposes, and in the journey, you'll find what you really are..






*written as a note to self*




Minggu, 01 Januari 2012

First call on 2012, Sunday Morning.


Vio : "Hallo?"
Stranger : "Hallo, selamat pagi, Bu Viona."
Vio : "...... Selamat pagi pak."
Stranger : "Maaf menganggu, ini dari Ajudan Gubernur, bu."
Vio : "HAHAHAHHAHAHHA. Ajudan apaaaa?? Mas R***!! Apa banget deh lo, pagi2 udah gangguin orang, rese sumpaaahhh. "
Stranger : "Maaf, bu? errr.. ini dengan S*****, saya ajudan Pak S******, saya mau konfirmasi masalah undangan BPK.."
Vio : "Hidihh..udah deh mas, gak mempan.. Kenapa nih, telpon pagi2?? ngantuuukkk..."
Stranger : "Ini dengan S***** beneran, ajudan gubernur, bu.. kami mau konfrmasi masalah undangan penyerahan..."
Vio : "Astaghfirullah... beneran ya mas?" *mendadak inget acara kantor yang bakal diadain tanggal 4 Januari dan mengundang gubernur*




Dan itulah yang terjadi saat nama dan nomor telepon kita dicatut sembarangan buat nomor konfirmasi acara kantor yang dikirim ke pihak luar.

Sabtu, 31 Desember 2011

Yum.


Im not really good in cooking. Masak bisa, tapi gak jago, paling resep yang gue banggain cuman nasi goreng Yang chao sm spaghetti. Udah. Itu juga enak bangetnya menurut gue, bukan menurut orang orang. Hihihihi.
But i kinda like cooking. Ada hal yang menyenanngkan dari meramu masakan, memasaknya diatas api..(nulis sambil begidik, kok jadi rada2 menye2) dan nungguin dia mateng sambil deg degan nyoba.. will it be good??


Resep yang barusan gue coba adalah Molten Cake. Tau kan, cake lava yang bagian tengahnya masih leleh leleh panas gitu??
Gue pertama kalinya makan cake semacam ini di Coffee Bean, namanya hot muffin. Sumpah itu endeus banget maaaakkk. Minute before serving, cake kecil ini dihangatkan dan dikasi taburan gula halus diatasnya. Such a perfect companion for a hot, bitter coffee.
And ever since, i've been dying to cook one.
Sampe akhirnya, gue nyoba masak pas di Malang kemaren.
The first attempt wasn't that good.
Gue dapet resepnya dari situs luar dan ada beberapa versi, yang bikin puyeng sih ukuran bahannya maaak.. mereka pake istilah macem CUP, STICK...
Lah cup berapa gram kan mana gue tau??
Tapi apa sih yang ga bisa didapet di internet?
AKhirnya, gue dapet salah satu situs yang bisa convert ukuran ukuran aneh macem itu ke dalam gram, pon, oz, stick.. you name it.
Udah pede dong dengan resep, bahan dan ukuran yang insyaallah tepat. Tapi cyiiin, namanya mental (sok) tukang masak ya, pas adonan kelar. kok ya gak sreg siiih. Kayaknya kurang gooey gitu, too thin to be a cake. So i added two spoons of flour.. dan.. kuenya bantet mak.
Gak bantet yang keras emang, jadi kuenya jadinya kayak kue sarang semut.. kebayang gak lo? Yang berongga rongga gitu, tapi lebih ke bronis kukus.. makin sepet kan lo bayanginya? sama, gue juga. Tapi tengahnya emang perfectly gooey. Enak sih, tapi ya gak kayak kue yang gue bayangin.

so i decided on aother attempt. Yang ini, gue ngasal malah resepnya. Karena gue ngerasa pas yang pertama itu butternya terlalu banyak, gue putusin buat ngurangin. Nah, pas yang kedua ini, telornya juga tinggal 2 biji. Jadi gue putuskan buat.... NGASAL lagi.
Ah, tinggal dua butir telor ini.
Tambah tepung, lelehin coklat, lelehin butter.. tambah vanili.. ah, tepungnya tambahin baking powder dikit kali ya... cemplung cemplung, aduk... Sambil setengah ngelamun, tanpa gue bener bener mikirin apa yang gue masukin, and then it turned out.....

JADI AJA GITU ENAK.
Gue kelar makan cuma bisa mikir, tadi gue masukin berapa takarannnyaaa??
You know, for some things, we have tried so hard but it failed. And on another things, we might be putting less hardwork, but it turns out to be the great thing. For some things, you couldnt succeed on a first attempt. It may take another, and maybe, many other atttempts.
Sama kayak masak, lo gak bisa bilang hal hal yang keliatan disgusting macem telor mentah, atau gak enak kayak tepung mentah( please, kalo ada yang bilang tepung mentah itu enak, monggo dicek loh otaknya.. ) itu adalah hal yang gak berguna dalam resep lo. Gak bisa. Each recipe needs their own disgusting ingredients to add.. i dont know.. but it wont be as good as it should be if you miss even just one ingredient.

This is just another form of connecting the dots ala Steve Jobs. You know, that every single thing on your life means something. Even that tear-jerking, heart-breaking, and that down-low-drowning moments. And there will be time after those tiring moment of stirring, mixing, measuring, burning by your own stove, or even a cutting...
You taste the food you made.. and.. ya bisa jadi gak enak sih. hihihi.
But then you try again, and when it turns out to be good, you know that it's worth it. And it it turns out to be another disaster, so what? Try again.

Udah ada resep yang diciptakan buat kita kok. tinggal ngikutin aja kan? kalo kita ngikutin tiap bahan dan instruksi dengan bener, INSYAALLAH jadinya enak. Kalaupun meleset meleset dikit, gue mah yakin jadinya tetep enak, ga jauh beda. Ya kecuali lo ngeganti tepungnya sama beras tumbuk, misalnya. Atau telur ayam lo ganti minyak goreng.
Kalo masih ga enak, start over, apa ada yang salah yang mungkin kita lupa masukkan di resep? apa udah semua?

I failed my previous recipe, and now i have to clean the mess first. I'd like to say that i spend times to think what have gone wrong? But to be honest, i was busy pointing things, ANYTHING, to be blamed. The stove? The bad-quality flour? But it wont do me any good. Unless you start over and stop that-gulung2 di meja dapur makan kue gagal sambil nangis nangis dan teriak WHYYYY? WHYYY??, you wont go anywhere.

Dear heart, i love you. I love you so much that i know things you do, is just merely defensive closing to stop anything from, hurting us again. It's okay to be afraid, but we both know that this wont take us anywhere. So, let's do the dishes, clean the mess.. and.. have some serious shopping.. Let's take a better look to the recipe, do hope and pray, that.. another attempt will be good. Bismillah. :)










Jumat, 30 Desember 2011

Pecahan bintang.

Cinta yang dipecah kecil kecil,
jadi bintang yang mungkin kerlipnya tak berarti, karena malam terlalu kelam.
Tapi aku berdoa ia membesar, jadi besar.
Karena ia kuandalkan.

Malam ini, aku berdoa sekuatnya,
reda badai di hatiku.
Lelah jariku menulis kisah yang sama, tentang pengembara yang berjalan menepakkan terompah pakunya, dalam ke jalur hidupku.

Doa ini sungguh tidak sederhana,
tapi Tuhan adalah pembaca makna maha kuasa.
Bahkan pejam adalah ribuan pinta,
jadi tuhan, malam ini senyumku,bukankah Kamu paling mengerti artinya?

Kulepas pena, dan ijinkan aku buta, hilang dalam Sayang-Mu paling kurindu.

Kamis, 29 Desember 2011

Halo.

True, that as we grow older, we get wiser.

+TSAHEILAH+
Kalau menurut HAfiz, ada peribahasa2 jaman dulu yang mungkin, seems unreal, atau kita tau artinya, but it doesnt fot any aspect in our life at that time.
Baru pas kita bener bener dewasalah, kita ngerti apa maknanya dan baru bener bener bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari.

As for me, it's not about understanding proverbs or finding true meaning of life.. (i mean.. Can you?) But on this day, what i really learn is.. the fact that sincerity does find a way to your heart.
Yang bikin gue seneng banget bangetan hari ini, adalah ucapan ucapan yang gue temuin... heartwarming banget.

Beberapa doa yang gue terima dari temen temen deket, itu bener2 bikin seneng dibacanya. Bukan sekedar ucapan template, tapi, ucapan yang dimaknai dan gue merasa itu bener2 mereka maksudkan buat gue. Not that im being ungrateful with the other greetings, tapi beberapa diantaranya bener bener bikin gue berkaca kaca karena seneng ngebacanya. :)

Im a truly believer that everything comes from the heart, goes straight to the heart. Sama kayak doa ya, ucapan selamat ulang tahun juga, kalo kita benar2 memaknai dan sepenuh hati mengucapakan doa itu dengan tujuan, nggak sekedar template HBDWYATB, gue yakin itu juga bakal nyampe kepada orang yang dimaksud.

Buat semua yang hari ini ngucapin selamat ulang tahun, kirim doa, mulai dari doa langsing paha sampe enteng jodo (Yang gak keitung banyaknya, geez people, please dont freak me out) i really really thank you. Terima aksih buat semua doanya, insyaallah semua doa baik itu dikabulkan, i really am a happy birthday girl today. :)




Senin, 12 Desember 2011

Halo, kamu.

Seperti cinta yang meledak tiba tiba,
adakah rasa itu bisa ditangkap untuk dimasukkan dalam toples kaca?
Agar bisa kita amati pendar indahnya,
daripada sekedar diam dan menikmati lukanya.

Kamu, kamu, kamu.
Aku seperti terbang lagi pada awan yang kelabu,
hilang di kabut biru.
Ini hembus yang tak ingin kurasa dulu.

Kalau aku jatuh, dan kamu tak menangkapku,
apa ada hakku untuk marah?
Jadi, kalau aku menjauh, jangan juga kamu marah.

Kita hanya dua insan yang bersisian jalan, itu saja.

Jumat, 18 November 2011

Kamu

Pernah sekali waktu kamu sangat cemburu pada ia yang bercokol begitu kuat dan lekat dalam ingatan, seperti aku mati beku dalam kenangan dingin tentangnya.

Kamu itu mentari, seperti pelan menghangatkan dan cair semua tentang dia, jadi kamu yang pijar dan memeluk lembut kulit kulit yang biru. Aku, kamu, pernah seperti itu.

Kamu menyembuhkan apa yang pernah kukira tergurat begitu dalam sampai aku takut, tak bisa lupa. Sesungguhnya, saat ini kamulah penguasa tiap sel kelabu di otakku, pijar syaraf di hatiku, ruang ingatan yang entah tersambung dengan apa di hatiku, karena tiap ada namamu, ia bergelenyar.



Kalau saat ini kubilang musim hangat itu telah lama berlalu, apa kamu percaya kalau saat ini aku menolak hipothermia?
Kamu masih pijar, masih membakar.
Dan aku ingin jadi burung api itu, kaubakar habis sampai tak bersisa lagi semua kenang tentang kita.

Mencintaimu setulusnya, sekuatnya,
sampai hilang semua benci, tetas jadi keikhlasan untuk melihatmu pergi.



Menahun, ku tunggu kata-kata
Yang merangkum semua
Dan kini ku harap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku

Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu
Rasa sakitku

Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini jawabnya

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera

Sadari diriku pun kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata

Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau kulepas selamanya

Tak juga kupaksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera

Dan kini ku berharap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku

(Dee Lestari-Peluk)