Jumat, 07 November 2008

Dia

Bersajak padaku.
Dengan lirih,
dengan bahasa angin.
(atau hanya aku?)

dia.
Bersajak padaku.
Dengan senyum.
Dengan bintang di matanya.
(atau hanya mataku?)

dia.
Bersajak bukan dengan kata.
Bukan dengan bahasa yang kutahu.

Aku gelisah.
Mengartikan sajaknya,
yang terselip dalam ribuan tanpa arti.
Menangkap.

Tapi tak kutemu,
benang merah.
Dalam sajak tak berima itu.

Apakah aku lelah meminta,
apakah dia tak lagi,atau tak pernah,
bersajak tentang romansa.

Sesekali,
hujan akan menghapus
duka yang terbit di sudut hati.
Hanya itu. Sajak yang pasti bagiku.

1 komentar:

Hitam dan Putih mengatakan...

Puisinya Keren [eh itu puisi apa sajak sih, gk tau gw bedanya apa ^^]

lam kenal dari gw ya.....