Jumat, 07 November 2008

Malam ini

Malam ini,wanita itu menghubungiku. Di televisi,video klip Dewi dari Dewa sedang tayang.

"apa harus seperti ini?"
kubayangkan mungil bibirnya bertanya padaku.
Bukankah dia yg mengambil keputusan?
Aku mendengar dia menangis. Ah.
Kenapa mereka selalu menggunakan air mata sebagai senjata?
Aku memakinya. Kubilang padanya,aku membencinya.
Dia terdiam.
Aku terdiam.

"Aku sayang kamu.."
kubalas kata kata itu dengan tai kucing. Dia terhenyak. Dia pantas diperlakukan seperti itu. Tidak ada wanita dengan hati sekejam dia.

Waktu semakin menggila.
Aku ingin menyudahi pembicaraan ini. Tapi aku takut. Takut tak lagi mendengar suaranya. Takut kehilangan tawanya. Dia penting bagiku.

"jangan pergi.."
ia berbisik padaku. Duhai dewi. Bukankah kamu yang meninggalkanku? Aku tidak akan pernah mengerti wanita.

Malam melarut dalam diam. Ia masih menangis. Aku masih terdiam,dalam perih. Hatiku sakit,egoku sakit.

Selamat tinggal. Aku menutup telepon itu. Aku menyayangimu,wanita. Tapi aku lelaki. Dan aku masih punya harga diri.

2 komentar:

who am i mengatakan...

Ah.. I know that story..
Nice lesson in beautiful words..
:)

Unknown mengatakan...

am i that rude?