Aksara tentang kita,
adalah sebuah kenangan
di sudut berdebu.
Kupilah, pelan kutata dalam sebuah kotak kayu.
Klik.
Pelan, kukunci pandora itu.
Akan ada saatnya untuk membuka kembali,
saat aku bisa menatap lembar demi lembar memoar itu tanpa harus menangis.
Akan kubaca, lantang sambil tertawa.
Sebentar lagi, aku percaya.
There are things that remain the same, the place you will always come home to.
Minggu, 13 September 2009
Sama
Terkadang, kita semua adalah mahluk yang menjalani hidup dengan hanya berjalan, dalam suatu massa yang seakan diprogram dalam satu pabrikan, untuk berjalan menuju arah yang sama. Homegenitas individu. Dan tidak, saya tidak ingin menyalahkan atau menjadikan hal itu sebagai sebuah aib, cacat, atau apalah. Lagipula, saya juga termasuk di dalamnya.
Tapi, sungguh sayang, bukan?
Tiap individu adalah karakter karakter unik, sangat unik. Each one of us made personally, distinctively unique.
Tapi, kenapa bisa menjadi homogen? emangnya kita tanaman? Kalo tanaman mungkin masi bisa diterima, serumpun krokot atau rumput teki atau sabaris tanaman perdu, mereka sma aja. Atau Sekelompokan hewan, jerapah, misalnya, mereka sama.
Hidupnya ya makan, kawin, beranak, mati. Live by instinct. Rame rame migrasi, rame rame mempertahankan diri dari predator...
But, us?
Tiap tiap dari kita memiliki tujuan dan cara pandang yang berbeda, karakter, tingkat intelegensia yang berbeda.
Zodiac or shio then try to sum people's character up, but i dont think it clearly divide us into 12-character. No.
Emangnya karena saya dan kamu sama sama lahir tanggal 29 Desember 1985, kita sama sama narsis, keras kepala, manja, moody? enggak kan?
Saya jauh lebih narsis kok, saya sadar.
Apa yang mebuat semua orang bisa hidup dalam keteraturan yang maha meraksasa ini? Apa yang mebuat orang berpikir bahwa majority, being wealthy adalah SECURE, HAPPY, dan IMPORTANT?
What if, the only thing that makes you happy, ternyata cuma hidup sederhana di kaki gunung menanam palawija, kol kolan, wortel, dan beranak banyak walaupun kesusahan menyekolahkan mereka.
*Dan kata siapa sekolah adalah penting? Dunia ini yang membuatnya jadi penting!!*
Tiap arti kebahagiaan saat ini adalah sebuah standar yang dipaksakan oleh dunia kita.
Berpendidikan, Kaya, Punya rumah??
Dan mau gak mau, karena kita memang hidup dalam SISTEM ini, kita harus ikut arus, kalaupun bukan karena kita pengen, we live by the rule just because we know that people who does care about us, thinks that it's the only thing that makes us, happy. JAdilah kita hidup sesuai sistem untuk menyenangkan/ menenangkan orang lain.
No?
Atau mungkin anda anda sekalian memang pengennya seperti itu? yakin? hidup mengejar rasa secure untuk tetap tinggal dalam sistem?
Pardon. I myself, sangat sangat tergantung dengan sistem, dan saya juga belum berani buat keluar dari sistem ini. Jadilah saya seperti tanaman perdu itu, hidup normal seperti lainnya.
Saya ngomong apa sih pagi pagi begini. Ini pasti gara gara mood swing.
*cari kambing hitam*
But really, mau sistem kek mau enggak kek, asalkan ada kamu dalam sistem ini, i will be just fine.
Hahahaha. Ujung ujungnyaaa...
Tapi, sungguh sayang, bukan?
Tiap individu adalah karakter karakter unik, sangat unik. Each one of us made personally, distinctively unique.
Tapi, kenapa bisa menjadi homogen? emangnya kita tanaman? Kalo tanaman mungkin masi bisa diterima, serumpun krokot atau rumput teki atau sabaris tanaman perdu, mereka sma aja. Atau Sekelompokan hewan, jerapah, misalnya, mereka sama.
Hidupnya ya makan, kawin, beranak, mati. Live by instinct. Rame rame migrasi, rame rame mempertahankan diri dari predator...
But, us?
Tiap tiap dari kita memiliki tujuan dan cara pandang yang berbeda, karakter, tingkat intelegensia yang berbeda.
Zodiac or shio then try to sum people's character up, but i dont think it clearly divide us into 12-character. No.
Emangnya karena saya dan kamu sama sama lahir tanggal 29 Desember 1985, kita sama sama narsis, keras kepala, manja, moody? enggak kan?
Saya jauh lebih narsis kok, saya sadar.
Apa yang mebuat semua orang bisa hidup dalam keteraturan yang maha meraksasa ini? Apa yang mebuat orang berpikir bahwa majority, being wealthy adalah SECURE, HAPPY, dan IMPORTANT?
What if, the only thing that makes you happy, ternyata cuma hidup sederhana di kaki gunung menanam palawija, kol kolan, wortel, dan beranak banyak walaupun kesusahan menyekolahkan mereka.
*Dan kata siapa sekolah adalah penting? Dunia ini yang membuatnya jadi penting!!*
Tiap arti kebahagiaan saat ini adalah sebuah standar yang dipaksakan oleh dunia kita.
Berpendidikan, Kaya, Punya rumah??
Dan mau gak mau, karena kita memang hidup dalam SISTEM ini, kita harus ikut arus, kalaupun bukan karena kita pengen, we live by the rule just because we know that people who does care about us, thinks that it's the only thing that makes us, happy. JAdilah kita hidup sesuai sistem untuk menyenangkan/ menenangkan orang lain.
No?
Atau mungkin anda anda sekalian memang pengennya seperti itu? yakin? hidup mengejar rasa secure untuk tetap tinggal dalam sistem?
Pardon. I myself, sangat sangat tergantung dengan sistem, dan saya juga belum berani buat keluar dari sistem ini. Jadilah saya seperti tanaman perdu itu, hidup normal seperti lainnya.
Saya ngomong apa sih pagi pagi begini. Ini pasti gara gara mood swing.
*cari kambing hitam*
But really, mau sistem kek mau enggak kek, asalkan ada kamu dalam sistem ini, i will be just fine.
Hahahaha. Ujung ujungnyaaa...
Sabtu, 12 September 2009
Jumat, 11 September 2009
Ijinkan aku.
Untuk saat ini,
menunjukkan bahwa,
aku takut.
Kehilanganmu.
Sebentar saja,
dan besok bila tiba saatnya simpang itu..
Untuk menangis atau tertawa,
sebenarnya adanya aku, itu untukmu.
Tapi saat ini,
aku hanya ingin diam dan berpikir tentang kita.
Karena aku, sungguh takut.
menunjukkan bahwa,
aku takut.
Kehilanganmu.
Sebentar saja,
dan besok bila tiba saatnya simpang itu..
Untuk menangis atau tertawa,
sebenarnya adanya aku, itu untukmu.
Tapi saat ini,
aku hanya ingin diam dan berpikir tentang kita.
Karena aku, sungguh takut.
Lele pembawa petaka
Dont get me wrong, gue itu penyayang binatang kok.
Kecuali spesies tertentu yang memang ditakdirkan untuk berakhir di piring, i always try to be nice..
Nah, siang ini, gue dan si mama pergi ke pasar. Selama dirumah ini, emang gue kebagian tugas sebagai asisten RT slash babu slash pembantu. Nah,kemaren gue masak lele goreng dan hasilnya enak ternyata. Si mama pun menyuruh gue buat sekali lagi masak lele goreng.
Gue suka masak, TAPI, buat mahluk yang satu ini, gue rada rada gimanaaaa gitu.
1. Dia berkumis
2. Dia licin
3. Dia item
4. Dia GAK GAMPANG MATI.
Kemaren gue bisa ngebumbuinnya karena ditengarai *halah* si lele ini udah sehari lebih di kulkas DAN udah dipotong2, dikerat2, jadi kemungkinan dia idup itu, less than 1%. Aman.
Nah, hari ini, direncanakan buat masak lele lagi, lalapan, terong balado,udang tepung dan es buah..
Pos pertama, beli sayur..Terong dkk, blewah, melon.done.
Pos kedua, beli bandeng buat kucing gue..*iya, emang centil dia, gak mau pindang..*
Pod ketiga, beli udang dan lele ke****t (ntar juga tau napa gue emosi)
Nah disini, lele lele itu ditaroh dalam semacam akuarium, IDUP dan BERENANG. Firasat gue udah ga enaaak banget.
Dengan tampang melas, gue membujuk si mama buat ganti menu, apa kek.. selain lele..
gagal. Nampak si mama emang udah ngidam lele abis.
Okeh, akhirnya lele itu dibeli, dan kita minta tolong penjualnya buat NGEGETOKIN ampe mati.
CATET ya, enjata pembunuhnya adalah bilah balok kayu yang lumayan berat, gede, dan nampak gak bersahabat. Gue dan si mama jadi saksi bener bener gimana lele lele itu digetokin dan dibantai secara sadis, ditarikin organ dalamnya... OOUGHHH *lebay*
Logikanya, ini hewan udah mati. Udah mampus. Udah Ga ada!!!
Masuklah dia ke kantong belanjaan..
menuju pos selanjutnya, buat beli tempe dkk, tiba tiba DIA GERAK AJA GITU. Di tengah pasar gue spontan teriak WTF!! WTF!! ANJR*******T.
Trus diem. Gue mengelus dada. Mama menatap dengan hina, sepasar juga ngeliatin gue.
Oke, oke, mungkin ini lele post-mortem syndrome. Sekarang, lele itu bener bener udah mati. RIP. DEAD. DIE YOUU!!!!
Nah, setelah semua beres, gue dan mama memutuskan buat pulang sebelum kalap ngeborong sepasar. Berhubung belanjaan kita banyaak banget, dibagi2 kan ya, megangnya.. Gue sebagai sopir *motor*, gue pegang tas belanjaan berisi lele kepar*t tadi di depan.
Sebagai hamba yang beriman,gue cuma bisa berkhusnuzon bahwa lele itu udah bener2 mati..
Di tengah jalan, pas lagi konsen ke jalan, karena gue bukanlah seorang pengemudi handal, makanya gue bawanya ati2 banget..*yeah, rite* LELE ITU GERAK LAGI.
Dan bukan yang GOJEK GOJEK yang bentar, tapi GOJEK GOJEK HEBAT.. HEUUUU..
Asli, kaget banget.
Reaksi gue adalah.
1. Ngerem mendadak.
2. Ngelempar belanjaan ke tengah jalan.
3. Ngumpat ngumpat.
Semua dilakukan dalam waktu kurang dari 5 detik.
Mama bengong. Gue apalagi!!!
Motor yang di belakang juga lgs ngerem gitu, heuu, untung jalanan ga gt rame..
Akhirnya setelah dimarahin dan nyembah nyembah minta maaf ke pengguna jalan laen,gue pulang, kali ini belanjaan dibawa mama di belakang.. heu..
Untung aja gak pake acara kecelakaan. Gak asik banget,
GADIS CANTIK MATI GARA2 KECELAKAAN AKIBAT GOYANGNYA LELE.
Hmmh.
Btw, saat ini lele udah disimpan di kulkas, bakal gue goreng buat buka ntar malem. Mari kita doakan dia tenang..dalam perut gue.
Kecuali spesies tertentu yang memang ditakdirkan untuk berakhir di piring, i always try to be nice..
Nah, siang ini, gue dan si mama pergi ke pasar. Selama dirumah ini, emang gue kebagian tugas sebagai asisten RT slash babu slash pembantu. Nah,kemaren gue masak lele goreng dan hasilnya enak ternyata. Si mama pun menyuruh gue buat sekali lagi masak lele goreng.
Gue suka masak, TAPI, buat mahluk yang satu ini, gue rada rada gimanaaaa gitu.
1. Dia berkumis
2. Dia licin
3. Dia item
4. Dia GAK GAMPANG MATI.
Kemaren gue bisa ngebumbuinnya karena ditengarai *halah* si lele ini udah sehari lebih di kulkas DAN udah dipotong2, dikerat2, jadi kemungkinan dia idup itu, less than 1%. Aman.
Nah, hari ini, direncanakan buat masak lele lagi, lalapan, terong balado,udang tepung dan es buah..
Pos pertama, beli sayur..Terong dkk, blewah, melon.done.
Pos kedua, beli bandeng buat kucing gue..*iya, emang centil dia, gak mau pindang..*
Pod ketiga, beli udang dan lele ke****t (ntar juga tau napa gue emosi)
Nah disini, lele lele itu ditaroh dalam semacam akuarium, IDUP dan BERENANG. Firasat gue udah ga enaaak banget.
Dengan tampang melas, gue membujuk si mama buat ganti menu, apa kek.. selain lele..
gagal. Nampak si mama emang udah ngidam lele abis.
Okeh, akhirnya lele itu dibeli, dan kita minta tolong penjualnya buat NGEGETOKIN ampe mati.
CATET ya, enjata pembunuhnya adalah bilah balok kayu yang lumayan berat, gede, dan nampak gak bersahabat. Gue dan si mama jadi saksi bener bener gimana lele lele itu digetokin dan dibantai secara sadis, ditarikin organ dalamnya... OOUGHHH *lebay*
Logikanya, ini hewan udah mati. Udah mampus. Udah Ga ada!!!
Masuklah dia ke kantong belanjaan..
menuju pos selanjutnya, buat beli tempe dkk, tiba tiba DIA GERAK AJA GITU. Di tengah pasar gue spontan teriak WTF!! WTF!! ANJR*******T.
Trus diem. Gue mengelus dada. Mama menatap dengan hina, sepasar juga ngeliatin gue.
Oke, oke, mungkin ini lele post-mortem syndrome. Sekarang, lele itu bener bener udah mati. RIP. DEAD. DIE YOUU!!!!
Nah, setelah semua beres, gue dan mama memutuskan buat pulang sebelum kalap ngeborong sepasar. Berhubung belanjaan kita banyaak banget, dibagi2 kan ya, megangnya.. Gue sebagai sopir *motor*, gue pegang tas belanjaan berisi lele kepar*t tadi di depan.
Sebagai hamba yang beriman,gue cuma bisa berkhusnuzon bahwa lele itu udah bener2 mati..
Di tengah jalan, pas lagi konsen ke jalan, karena gue bukanlah seorang pengemudi handal, makanya gue bawanya ati2 banget..*yeah, rite* LELE ITU GERAK LAGI.
Dan bukan yang GOJEK GOJEK yang bentar, tapi GOJEK GOJEK HEBAT.. HEUUUU..
Asli, kaget banget.
Reaksi gue adalah.
1. Ngerem mendadak.
2. Ngelempar belanjaan ke tengah jalan.
3. Ngumpat ngumpat.
Semua dilakukan dalam waktu kurang dari 5 detik.
Mama bengong. Gue apalagi!!!
Motor yang di belakang juga lgs ngerem gitu, heuu, untung jalanan ga gt rame..
Akhirnya setelah dimarahin dan nyembah nyembah minta maaf ke pengguna jalan laen,gue pulang, kali ini belanjaan dibawa mama di belakang.. heu..
Untung aja gak pake acara kecelakaan. Gak asik banget,
GADIS CANTIK MATI GARA2 KECELAKAAN AKIBAT GOYANGNYA LELE.
Hmmh.
Btw, saat ini lele udah disimpan di kulkas, bakal gue goreng buat buka ntar malem. Mari kita doakan dia tenang..dalam perut gue.
Senin, 07 September 2009
Sepotong pelangi untuk sahabatku
Mungkin,
akan ada sepotong pelangi itu didalam kopi yang akan bersama kita hadapi, sore nanti.
Karena membacamu, selalu aku terbata, dan
ingin menangis pada hatimu yang sungguh,
sungguh kutahu apa maksudmu.
Jadi, pada Dia pergilah engkau mengadu, seperti yang sudah sudah.
Itu saran terbaik yang selamanya tak akan kadalauwarsa.
Percaya, padaku.
Dan tentang lelah, hati yang ingin kau bawa pergi itu,
tinggalkan dia barang sejenak di pelataran rumahmu.
Beristirahat di bawah bayang pohon rambutan,
angin dan bias rintik hujan biar jadi penenang, sejenak.
Tuhan tahu maksudmu, sebenar benarnya,
dan Dia tidak pernah pergi.
Itu, aku percaya.
Ini sajak, sedikit pelangi untuk kubagi.
Karena, aku tak pernah ahli menghadapi jiwa yang patah hati.
(kau tahu, aku pun tengah mencoba..)
Karena itu, ini sekerat pelangi, sekali lagi, untuk kubagi denganmu.
Hanya itu. :-)
akan ada sepotong pelangi itu didalam kopi yang akan bersama kita hadapi, sore nanti.
Karena membacamu, selalu aku terbata, dan
ingin menangis pada hatimu yang sungguh,
sungguh kutahu apa maksudmu.
Jadi, pada Dia pergilah engkau mengadu, seperti yang sudah sudah.
Itu saran terbaik yang selamanya tak akan kadalauwarsa.
Percaya, padaku.
Dan tentang lelah, hati yang ingin kau bawa pergi itu,
tinggalkan dia barang sejenak di pelataran rumahmu.
Beristirahat di bawah bayang pohon rambutan,
angin dan bias rintik hujan biar jadi penenang, sejenak.
Tuhan tahu maksudmu, sebenar benarnya,
dan Dia tidak pernah pergi.
Itu, aku percaya.
Ini sajak, sedikit pelangi untuk kubagi.
Karena, aku tak pernah ahli menghadapi jiwa yang patah hati.
(kau tahu, aku pun tengah mencoba..)
Karena itu, ini sekerat pelangi, sekali lagi, untuk kubagi denganmu.
Hanya itu. :-)
Sambal Petis Pencek Telur
Tadinya, rencana hari ini mu bikin Ayam goreng tradisonal ama pepes jamur.
Tapi kok yaa pas ngecek kulkas, masih ada udang, ada telur juga seabrek abrek.. Agak sayang euy kalo beli lagi.
kl masak telur, udah pada biasa kan kalo dibalado, disambel goreng, nah tadi iseng2 nyoba, dibumbu sambel petis begini..
dulu pernah bikin dan sukses..
Bahan :
1. Telur
2. Cabe rawit
3. Bawang putih
5. Bawang merah
4. Garam
5. Petis udang
6. Kecap manis
7. Bawang merah, goreng kering.
8. Jahe, dikit aja. geprek.
9. Air secukupnya
10. gula merah
11. Terasi
Maafkaan kalo ga ada takarannya, tapi emang masaknya biasa ngira2.. gue masak 5 butir telur ayam utuh, cabenya 10 biji biar pedeees, petisnya setengah bungkus yang kecil itu, jgn banyak2, malah "amis", kecap secukupnyaaa, bawang putih 3 siung yg agak gede,bawang merah 3 siung, jahe kira2 sejempol,haluskan semua bahan *jahe digeprek aja* kecuali bawang goreng, dan telur.
Telur direbus trus digeprek (dipenyet gitulah) deh diatas sambel tadi, taburi bawang goreng, heheheh.
Fotonya nyusul ya, hahahah...
Tapi kok yaa pas ngecek kulkas, masih ada udang, ada telur juga seabrek abrek.. Agak sayang euy kalo beli lagi.
kl masak telur, udah pada biasa kan kalo dibalado, disambel goreng, nah tadi iseng2 nyoba, dibumbu sambel petis begini..
dulu pernah bikin dan sukses..
Bahan :
1. Telur
2. Cabe rawit
3. Bawang putih
5. Bawang merah
4. Garam
5. Petis udang
6. Kecap manis
7. Bawang merah, goreng kering.
8. Jahe, dikit aja. geprek.
9. Air secukupnya
10. gula merah
11. Terasi
Maafkaan kalo ga ada takarannya, tapi emang masaknya biasa ngira2.. gue masak 5 butir telur ayam utuh, cabenya 10 biji biar pedeees, petisnya setengah bungkus yang kecil itu, jgn banyak2, malah "amis", kecap secukupnyaaa, bawang putih 3 siung yg agak gede,bawang merah 3 siung, jahe kira2 sejempol,haluskan semua bahan *jahe digeprek aja* kecuali bawang goreng, dan telur.
Telur direbus trus digeprek (dipenyet gitulah) deh diatas sambel tadi, taburi bawang goreng, heheheh.
Fotonya nyusul ya, hahahah...
Sabtu, 05 September 2009
The courage within
I (almost) never stepped out of my comfort zone.
Kuliah, kerja di Jakarta, itu keadaan yang memaksa gue buat pindah.
gue sanat sangat jarang mengambil keputusan "because i want it". Mostly, i decided because i have to. Gue lebih nyaman, berada di dalam "gua" ini.
Gue lebih sering melakukan sesuatu, buat gue sendiri. Ga mau pusing masalah orang lain, suka ga mau tau, cuek, dan ga paeduli. Istilahnya, ga mau cawe2. Karena semakin kita ikut campur, kadang gue ngrasa, hal itu bakal menyeret kita keluar dari comfort Zone. Semakin banyak kontaminasi dari pihak luar.
Lagipula, buat bener2 "cere" dengan seseorang, you have to be really courageous. Kenapa?
Karena, memberikan perasaan kita pada seseorang itu sama seperti taruhan.
I know, ada orang orang di luar sana yang bisa bener2 "menyayangi" tanpa mengharap balasan. And honestly, gue salut dengan orang orang semacam itu. gue ga tau, gue bisa apa ga.
Giving without asking back.
Not that im always asking for feedback, enggak, tapi pasti ada harapan itu, dan kalo ga kebales, you know that will hurt.
Dan buat gue, keputusan buat menyayangi seseorang, ide itu, scared me like hell.
Im the most selfish person, ever.
I love the idea of being loved, being taken care of.
Kadang ide itu terasa begitu benar, tapi, itu, utopis buat gue.
Gue orang yang lebih memilih orang yang gue sayang daripada orang yang sayang gue. Itu agak bersebrangan dengan ide " im-comfort-zone-lover-person", i know. Mungkin, karena buat hal lain gue milih sembunyi dalam gua, semua efeknya ngalir ke masalah "hati". Tentang hati, gue ga mau menjadi orang yang nentinya menyesal dan berkata " kenapa dulu gue ga gitu?"
Karena gue pernah menyesali satu hal, dan itu, gue sungguh berharap ga keulang lagi.
When you do feel it, you know that you really feel it, just go for it.
Buat semua orang orang yang gue sayang, gue peduliin, *dan kalian tau siapa kalian*
Just, go. Just go for everything you know worth trying for, strive for it.
Giving, and risking all you have to risk.
Kalo bisa nyampe tahap "im giving you this, just giving", itu bagus. Tapi kalo ga bisa, prepare to get hurt.
And when you get wounded, there will always be a friend to come home. I know im not a good person, lebih sering cuek, bukan tipe orang yang nanya2 atau care, dan gue ga bs offer apa apa, tapi Insyaallah, gue salalu ada buat orang orang yang gue sayang dan butuh gue.
I know, endingnya agak ga nyambung..^^
Kuliah, kerja di Jakarta, itu keadaan yang memaksa gue buat pindah.
gue sanat sangat jarang mengambil keputusan "because i want it". Mostly, i decided because i have to. Gue lebih nyaman, berada di dalam "gua" ini.
Gue lebih sering melakukan sesuatu, buat gue sendiri. Ga mau pusing masalah orang lain, suka ga mau tau, cuek, dan ga paeduli. Istilahnya, ga mau cawe2. Karena semakin kita ikut campur, kadang gue ngrasa, hal itu bakal menyeret kita keluar dari comfort Zone. Semakin banyak kontaminasi dari pihak luar.
Lagipula, buat bener2 "cere" dengan seseorang, you have to be really courageous. Kenapa?
Karena, memberikan perasaan kita pada seseorang itu sama seperti taruhan.
I know, ada orang orang di luar sana yang bisa bener2 "menyayangi" tanpa mengharap balasan. And honestly, gue salut dengan orang orang semacam itu. gue ga tau, gue bisa apa ga.
Giving without asking back.
Not that im always asking for feedback, enggak, tapi pasti ada harapan itu, dan kalo ga kebales, you know that will hurt.
Dan buat gue, keputusan buat menyayangi seseorang, ide itu, scared me like hell.
Im the most selfish person, ever.
I love the idea of being loved, being taken care of.
Kadang ide itu terasa begitu benar, tapi, itu, utopis buat gue.
Gue orang yang lebih memilih orang yang gue sayang daripada orang yang sayang gue. Itu agak bersebrangan dengan ide " im-comfort-zone-lover-person", i know. Mungkin, karena buat hal lain gue milih sembunyi dalam gua, semua efeknya ngalir ke masalah "hati". Tentang hati, gue ga mau menjadi orang yang nentinya menyesal dan berkata " kenapa dulu gue ga gitu?"
Karena gue pernah menyesali satu hal, dan itu, gue sungguh berharap ga keulang lagi.
When you do feel it, you know that you really feel it, just go for it.
Buat semua orang orang yang gue sayang, gue peduliin, *dan kalian tau siapa kalian*
Just, go. Just go for everything you know worth trying for, strive for it.
Giving, and risking all you have to risk.
Kalo bisa nyampe tahap "im giving you this, just giving", itu bagus. Tapi kalo ga bisa, prepare to get hurt.
And when you get wounded, there will always be a friend to come home. I know im not a good person, lebih sering cuek, bukan tipe orang yang nanya2 atau care, dan gue ga bs offer apa apa, tapi Insyaallah, gue salalu ada buat orang orang yang gue sayang dan butuh gue.
I know, endingnya agak ga nyambung..^^
The Bus, the Iler Monster, The Shooting Game and The Disappointment equals happiness.
Iye. Gue emang pelor dan slebor. Asal pala nempel, pasti ga brapa lama kemudian udah tidur. You name it, gue pernah tidur di tempat tempat absurd dimana manusia biasa ga akan mungkin bisa tidur.
Sambil berdiri? check.
Di kamar mandi? check.
Di Wastafel? check.
Di motor (yang sedang berjalan lumayan kenceng)? check.
Di bus apalagi. Oh.
Jadi, berhubung hari ini rencananya gue mau mudik, sebagai ponakan yang baik, gue putuskan untuk sambang dulu ke tempat tante gue di Tebet, selagi gue masih di Jakarta. Rencana semula adalah:
1. Pergi ke Arteri Pondok Indah buat ngambil tiket pesawat Batav*a.
2. Pergi ke tempat tante di Tebet.
3. Hidup bahagia.
Karena gue pengen ngirit, gue putuskan untuk sekali2 naek bus. Lagian, insting ibu2 gue mengatakan, apalah fungsinya beli tiket pesawat promo jauh2 kalo ujung2nya naek taksi? sama aja jatuhnya!! Wokeh.
Berhubung gue bego masalah rute dan trayek bus, gue pajang status di Fesbuk. Kenapa? Karena sodara sodara, Fesbuk adalah ajang paling gampang untuk meminta pendapat dari orang laen, terutama jika anda tampak begitu lemah dan mudah dicela. PAsti banyak yang komen. Dan benar. Dari beberapa puluh komen yang sebagian besar isinya celaan,ada juga yang menunjukkan jalan kebenaran.
YAng mana, tetep aja kepake, pada akhirnya gue ditawarin barengan naek motor. wkwkwkkw.
Nah, naek motor mah ga masalah.. Masalah baru terjadi saat gue.. JRENG. Diturunin di jalan.
Dari depan halte kantor pusat, gue nyebrang dan sempet ketemu Rerere *maap Re. linknya lg ga bisa* yang ngajakin ngopi2 siang bolong. Ckckckcck.
Okeh. Akhirnya gue nunggu di halte KC, naek bis 46, duduk tenang dan...
saat itu suasana begitu tenang, angin semilir..suara pengamen begitu merdu terdengar..
suara bapa kenek yang kecrek2 minta ongkos terdengar bagaikan musik..
Mendadak kursi bis Kopaja 46 ini terasa begitu nyaman..
Can u imagine? siang itu, suasana Kopaja begitu lain dari biasanya.. dan..
samar kudengar kenek mendendangkan nada
" Gelaeel.."
"Cawaaaang"
"Ukii.."
"Cililitaan.."
ANJROT. Gue ketiduran. Dan, bangun di cililitan. Seharusnya gue tidur di Gelael/ Cawang..
*mewek*
akhirnya dengan akal sehat, gue putuskan untuk naek taksi. No, really, gue cukup sadar diri untuk ga naek bus lagi..
_ _;
Nyampe di Tebet, jam dinding menunjukkan pukul *alah* berapa ya? gue lupa. pokoknya siang2 sebelum jam 12 lah. Di Tebet cuma ada ponakan gue the monster Iler Hana. Kenapa gue sebut monster? karena memang hobinya adalah mendekati lo dengan kecepatan tinggi dan tampang imut mengundang simpati, dan saat lo lelah.. BWEEEHHH... dikeluarkannya enzim enzim Saliva yang berbahaya, dengan tingkat keasaman tinggi..
And the only thing that soothe her up adalah ngemut hape dan kalung manik manik gue.
Yah, at least dia ga minta gue buat nyusuin dia. Pake apa neng? jempol? *sadar diri*
Setelah puas maenan iler, gue putuskan buat tidur. Cape bo.
Bangun bangun, udah sore aja. Setelah ngemil otak otak dan nangka goreng *iya, gue ga puasa kemaren..* bau gue, entah kenapa, setelah ngebis dan diilerin Hana, nampak begitu mengudang.. untuk dilalerin.
Gue, seorang gadis baik baik normal berusia 23 tahun, masuk ke kamar mandi dengan nawaitu baik, mengurangi polusi bau, gue sama sekali ga siap dengan kenyataan buruk yang harus gue hadapin.
GEROMBOLAN KECOA.
Not one, not two,tapi BANYAK. Segerombolan kecoa buas yang terbang dan pervert.
Gusti. JAdi ajaa gue mandi sama pegang keran "tembak" yg ada di deket wc itu.. mandi sama melipir di pojokan, nyemprot2 kecoa yg datang mendekat, ahaha, ga tenaaang bgt itu mandi. Kebayang ga si? mandi sama "nembak2" kecoa? wew. That was... random.
wkwkkwkw.
Mestinya tante gue buka rental shooting game paling menegangkan abad ini. "NEMBAKIN KECOA SAMBIL MANDI" Nice.
One thing that really made my day, was the closing.
You, know, when you were having a bad day,*in my case, it wasn,t that bad, really, i enjoyed being in my auntie's family, i really did*
But the closing was like a perfect tune. A re after do.
Yes, it's like when you were having a good day, and then you had something that made it even better.
I watched a movie.
The film sucks. The Chicken Corn sucks even more.
But the closing part was the best among all.
It was a disappointment, Final Destinat**n sangat sangat enggak direkomendasikan.
But to me, the suckness and the disappointment equal smiles.
This is not a bad day. At all.
Sambil berdiri? check.
Di kamar mandi? check.
Di Wastafel? check.
Di motor (yang sedang berjalan lumayan kenceng)? check.
Di bus apalagi. Oh.
Jadi, berhubung hari ini rencananya gue mau mudik, sebagai ponakan yang baik, gue putuskan untuk sambang dulu ke tempat tante gue di Tebet, selagi gue masih di Jakarta. Rencana semula adalah:
1. Pergi ke Arteri Pondok Indah buat ngambil tiket pesawat Batav*a.
2. Pergi ke tempat tante di Tebet.
3. Hidup bahagia.
Karena gue pengen ngirit, gue putuskan untuk sekali2 naek bus. Lagian, insting ibu2 gue mengatakan, apalah fungsinya beli tiket pesawat promo jauh2 kalo ujung2nya naek taksi? sama aja jatuhnya!! Wokeh.
Berhubung gue bego masalah rute dan trayek bus, gue pajang status di Fesbuk. Kenapa? Karena sodara sodara, Fesbuk adalah ajang paling gampang untuk meminta pendapat dari orang laen, terutama jika anda tampak begitu lemah dan mudah dicela. PAsti banyak yang komen. Dan benar. Dari beberapa puluh komen yang sebagian besar isinya celaan,ada juga yang menunjukkan jalan kebenaran.
YAng mana, tetep aja kepake, pada akhirnya gue ditawarin barengan naek motor. wkwkwkkw.
Nah, naek motor mah ga masalah.. Masalah baru terjadi saat gue.. JRENG. Diturunin di jalan.
Dari depan halte kantor pusat, gue nyebrang dan sempet ketemu Rerere *maap Re. linknya lg ga bisa* yang ngajakin ngopi2 siang bolong. Ckckckcck.
Okeh. Akhirnya gue nunggu di halte KC, naek bis 46, duduk tenang dan...
saat itu suasana begitu tenang, angin semilir..suara pengamen begitu merdu terdengar..
suara bapa kenek yang kecrek2 minta ongkos terdengar bagaikan musik..
Mendadak kursi bis Kopaja 46 ini terasa begitu nyaman..
Can u imagine? siang itu, suasana Kopaja begitu lain dari biasanya.. dan..
samar kudengar kenek mendendangkan nada
" Gelaeel.."
"Cawaaaang"
"Ukii.."
"Cililitaan.."
ANJROT. Gue ketiduran. Dan, bangun di cililitan. Seharusnya gue tidur di Gelael/ Cawang..
*mewek*
akhirnya dengan akal sehat, gue putuskan untuk naek taksi. No, really, gue cukup sadar diri untuk ga naek bus lagi..
_ _;
Nyampe di Tebet, jam dinding menunjukkan pukul *alah* berapa ya? gue lupa. pokoknya siang2 sebelum jam 12 lah. Di Tebet cuma ada ponakan gue the monster Iler Hana. Kenapa gue sebut monster? karena memang hobinya adalah mendekati lo dengan kecepatan tinggi dan tampang imut mengundang simpati, dan saat lo lelah.. BWEEEHHH... dikeluarkannya enzim enzim Saliva yang berbahaya, dengan tingkat keasaman tinggi..
And the only thing that soothe her up adalah ngemut hape dan kalung manik manik gue.
Yah, at least dia ga minta gue buat nyusuin dia. Pake apa neng? jempol? *sadar diri*
Setelah puas maenan iler, gue putuskan buat tidur. Cape bo.
Bangun bangun, udah sore aja. Setelah ngemil otak otak dan nangka goreng *iya, gue ga puasa kemaren..* bau gue, entah kenapa, setelah ngebis dan diilerin Hana, nampak begitu mengudang.. untuk dilalerin.
Gue, seorang gadis baik baik normal berusia 23 tahun, masuk ke kamar mandi dengan nawaitu baik, mengurangi polusi bau, gue sama sekali ga siap dengan kenyataan buruk yang harus gue hadapin.
GEROMBOLAN KECOA.
Not one, not two,tapi BANYAK. Segerombolan kecoa buas yang terbang dan pervert.
Gusti. JAdi ajaa gue mandi sama pegang keran "tembak" yg ada di deket wc itu.. mandi sama melipir di pojokan, nyemprot2 kecoa yg datang mendekat, ahaha, ga tenaaang bgt itu mandi. Kebayang ga si? mandi sama "nembak2" kecoa? wew. That was... random.
wkwkkwkw.
Mestinya tante gue buka rental shooting game paling menegangkan abad ini. "NEMBAKIN KECOA SAMBIL MANDI" Nice.
One thing that really made my day, was the closing.
You, know, when you were having a bad day,*in my case, it wasn,t that bad, really, i enjoyed being in my auntie's family, i really did*
But the closing was like a perfect tune. A re after do.
Yes, it's like when you were having a good day, and then you had something that made it even better.
I watched a movie.
The film sucks. The Chicken Corn sucks even more.
But the closing part was the best among all.
It was a disappointment, Final Destinat**n sangat sangat enggak direkomendasikan.
But to me, the suckness and the disappointment equal smiles.
This is not a bad day. At all.
Kamis, 03 September 2009
L'arc en Ciel.
No, im not talking about that rock band from Japan. Im talking about Rainbow.
Have you ever seen rainbow, dengan mata kepala sendiri?
Marvelously beautiful, isn't it?
I met my rainbow. Sesuatu yang datang sesudah hujan panjang (hampir) tak berkesudahan, muncul tiba tiba, and it's so beautiful you can't barely explain. You just see it and you get choked.
But here's the thing,
like a common rainbow,
it came in a moment, and then it will disappear.
The sky will be back in blue, but you know you won't forget the blissful color it put inside your very mind.
I knew for the very first time, i would be breaking my heart.
The moment i gave in, the moment i choosed to let it in..
It's like tearing your heart apart, to agony and happiness, at the same time.
You laugh, yet you still suffer inside.
But i'll tell you something.
Pelangi itu, enggak pernah pergi.
Dia tetap ada, cuma butuh prisma titik air hujan untuk memunculkannya kembali.
dia cuma tampak sehabis hujan,
karena kita baru menghargai hal hal kecil setelah hal hal yang menyakitkan datang dalam hidup kita.
And so this rainbow came inside my life, knocked my heart, and told me that i am loved. that i could be in love (again) and over again. that i still have the gut to love and risk my heart. The rain is over, and the sky will be back in blue.
And that this rainbow will leave, i knew the risk.
I understand.
And all that you can do is seizing every single moment while it's colouring the plain blue sky.
And remember, you're still young enough to fall in and out of love a few more times before you get it right. That doesn't sound very fun. It isn't... And it is... And it isn't. But it's worth it. Every single time.
*Arthur Brooks to Dawson, Dawson's Creek*
Dear god, please, please, let me keep this rainbow forever inside my own plain blue sky....
don't let it go.
:-)
Have you ever seen rainbow, dengan mata kepala sendiri?
Marvelously beautiful, isn't it?
I met my rainbow. Sesuatu yang datang sesudah hujan panjang (hampir) tak berkesudahan, muncul tiba tiba, and it's so beautiful you can't barely explain. You just see it and you get choked.
But here's the thing,
like a common rainbow,
it came in a moment, and then it will disappear.
The sky will be back in blue, but you know you won't forget the blissful color it put inside your very mind.
I knew for the very first time, i would be breaking my heart.
The moment i gave in, the moment i choosed to let it in..
It's like tearing your heart apart, to agony and happiness, at the same time.
You laugh, yet you still suffer inside.
But i'll tell you something.
Pelangi itu, enggak pernah pergi.
Dia tetap ada, cuma butuh prisma titik air hujan untuk memunculkannya kembali.
dia cuma tampak sehabis hujan,
karena kita baru menghargai hal hal kecil setelah hal hal yang menyakitkan datang dalam hidup kita.
And so this rainbow came inside my life, knocked my heart, and told me that i am loved. that i could be in love (again) and over again. that i still have the gut to love and risk my heart. The rain is over, and the sky will be back in blue.
And that this rainbow will leave, i knew the risk.
I understand.
And all that you can do is seizing every single moment while it's colouring the plain blue sky.
And remember, you're still young enough to fall in and out of love a few more times before you get it right. That doesn't sound very fun. It isn't... And it is... And it isn't. But it's worth it. Every single time.
*Arthur Brooks to Dawson, Dawson's Creek*
Dear god, please, please, let me keep this rainbow forever inside my own plain blue sky....
don't let it go.
:-)
Langganan:
Postingan (Atom)