Kamis, 24 Maret 2011

Goodbye

Kalau berlari adalah mati.
Aku berkali lahir kembali.


Entah dari masalah, entah dari tangis, entah dari siapa.
Aku lari.
di relungmu pernah mencoba sembunyi.
Lalu saat semua goncang dan tak lagi kutemu rasa itu...

Aku tak mengerti.

Aku benci perpisahan.
Dan aku benci kita yang tak lagi sama.
aku benci kita yang tak lagi senada.
aku benci semua.
Karena iya, boleh dibilang aku mahluk paling egois sedunia.


Ini sebuah kata, sebuah jeda, entah apa maknanya.
Kepada semua yang pernah singgah dan berteduh, mungkin saya yang berteduh, mungkin kita sama saling berteduh...
Kita tidak perlu banyak usaha untuk saling "ada" dalam hati masing masing,
tapi percayalah, saya tidak akan pernah lupa.

Hati ini mozaik, dan tiap kalian adalah pecahan penuh warna.
No more goodbye. So believe me, it wont be.

Minggu, 27 Februari 2011

Missing you.

Maybe,
it wont be that hard
to tell you how much i miss you.
Because i know,
you're only one call away, one call away..
So yeah, i picked up my phone this morning..
to tell you how much i miss you, miss you, miss you.

And i stop to think,
what will my life be,
without you, no longer by my side.
I know im just that fragile things easily breakdown into tears,
But maybe that's just because..

i love too much,too much.
You are all that special things, spiced up my life..
you are that everything i could wish for a comforitng sounds..
So yeah, you're just one call away..

And i miss you miss you, miss you..





Untuk semua yang saya telepon hari ini...
i miss you all tewwibyyy.... :)

Sabtu, 26 Februari 2011

Th new chef is in da town!! :D

Assalamualaikum.. Dari judulnya kaya yang bombastis gitu ya.. *ngikik*
JAdi gue udah dari Januari pidah kosan ke Ponjay.. alhamdulillah bok, kamar yang sekarang gedaayyy. Kalo biasanya gue tinggal ngegelundung udah nyampe dari ujung ke ujung.. sekarang mesti JALAN. Catet. Ke lemari jalan kaki, ke meja jalan kaki.. *mulai lebay*

Dan, yang paling menyenangkan adalah.. BISA MASAK!! YAY!! ada kulkas, ada dapur.. Jadilah gue (sok) rajin masak selama gue ngekos. Suka kecentilan sok2 masak makanan sehat.. Dasarnya emang gue sebenernya banci sayur sih, suka sayur..
Pas gue mulai nagntor, sempet ikut program diet tanpa garam 13 hari.. yang brenti di hari ke-5. MUAHAHAHAHHA. Udahlah. Yang penting sehat. *manggut2*

Biasanya, gue bikin sarapan cepet.. tumis sayur campur (yang sayurnya frozen ituloh.. jagung, wortel, polong), sosis goreng, dan omelet.. *CAILAH*. Kenapa gak ada nasi? karena.. eng ing eng.. GAK ADA DANDANG. BUAKAKAKAKA.
JAdi ya selama disini gue masaknya yang menu ga pake nasi..Gue bagi beberapa resepnya yang gampang2 ya...

1. Spaghetti +burger
Menu ini, gue si niatnya bikin kaya yang di sushi groove. JAdi spaghettinya macem cm ditumis gitu, dikasi burger diatasnya.. HAsilnya,ya jauh lah mak, tapi mayan.. enak.. *diuji cobakan ke dua mahluk dan semuanya habis, alhamdulillah*
1. Spaghetti (gue pake La Fonte)
2. Chili Spice (isinya cabe giling kering, chayenne pepper,..) kl ga ada ganti aja pake Cabe rawit kering.
3. Butter. Pake minyak biasa/margarine jadilah, ini gue ada sisa aja makanya gue pake.
4. Garam+gula
5. Lada
6. Bawang putih, geprek, cincang.
Bahan burger :
1. daging gilng
2. Telur
3. Krim kental
4. Roti tawar
5. Gula+garam
6. Lada
7. Oregano
8. Bawang bombay cincang
9. Bawang putih, geprek, cincang.

Bikinnya : (ini kl di buku resep sik "Cara Pembuatan" TSAHHH..)
1. Rebus spaghetti, kasih minyak+garam dikit
2. Angkat.
3. tumis bawang putih, masukkin spaghetti, dan semua bumbu, aduk aja cepet, angkat.
Untuk burger, campur semua bahan jadi satu, bentuk bulat tipis, goreng, angkat.
Taro burger diatas spaghetti, kasih saos tomat dikit..


*gambar ga ada*
*gue kan ga punya kamera*
*sedih*

2. Sop Tomat Sehat
Ini sop andalan biasa gue bikin kalo lagi pilek/ato ga anek badan. Which happen almost all the time. -__-
GAmpang banget bikinnya, isinya juga bisa divariasi.. Yang suka kental banget bisa dibanyakin pasta tomat ama krim-nya, kl suka rada encer banyakin airnya...
Bahan :
1. Pasta tomat. Ini lbh enak daripada pake saos tomat biasa.. Dan lebih sehat ya tentunya.. Gue pake yang kotakan.
2. Krim kental. (pake kotakan juga, dari Elle and Vire. Yang sekotak kecil itu bisa buat beberapa kali masak)
3. Tomat utuh, buang bijinya, preferably yang agak "keras", kalo gue.. Potong dadu kecil
5.Wortel. Buang isinya, potong dadu.
6. Polong. (kalengan)
7. Jagung pipilan, kalo suka.
Ada yang lebih praktis juga, sayur2an(polong, wortel, jagung) ini ada yang beku si dari simplot.. hahahaha...
8. Bola daging (Bahannya samalah kaya bikin burger diatas, minus oregano, bulatkan kecil2. Kalo ga mau repot, ganti sosis aja)
9. Bawang bombay + bawang putih, cincang.
10. Oregano
11. Basil
12. Parsley

Bikinnya :
1. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampe harum.
2. Masukkan pasta tomat dan air.
3. Masukkan bumbu2: garam, gula, lada.
4. Masukkan sayur2an dan bola daging. Kalo pengen bola dagingnya digoreng dulu, bisa, gue si langsung cemplungin. Muehehehhe. *pemalas*
5. TAmbahkan krim kental, oregano, basil.
6. Masak sampai mengental,masukkan tomat yang dipotong dadu.
7. Angkat, taburi parsley.

3. Garlic Bread
Bahan:
1. Roti baguette. Potong2 serong.
2. Bawang putih, haluskan.
3. PArsley
4. Butter
5. Garam +gula
Campur butter, bawang putih halus, parsley, gulad an garam.
Oleskan ke dua sisi roti. Panggang. (sebenernya di panggang di oven, tapi karena ga ada oven, gue panggang diatas wajan tevlon, ga bisa bener2 kering jadinya, dalemnya masih empuk2 gitu, tapi enak juga..)




*sedang bingung ini kenapa blognya jadi blog masak*
yaa jadi segitu dulu deh... Kalo ada yang nanya kenapa masakan gue sok2 barat.. baca lagi ya..GAK ADA DANDANG GAK ADA RICE COOKER.
Gue sempet bikin mie ayam sendiri sik, tapi ntar jadi panjang ini postingan.. segitu dulu deh ya.. ya ya ya.. hihihihi.. yuk mari loh pembaca, assalamualaikum..








Kamis, 03 Februari 2011

Cinta yang muncul di sudut senyummu.

Pernah sama timbulkan hangat yang selusup, di hati, seperti api yang dinyalakan kala malam terlalu dingin, gigil sampai gemerutuk gigimu.
Aku, di malam yang dingin ini,
mencari cari hangat yang sama, yang kuhilangkan entah dimana.
Mungkin aku terlalu ceroboh, mungkin aku lalai menjagamu.


Lalu kutemu hangat itu.
Tangan tangan yang mengenggam tanganku, menyalakan korek saat aku bilang aku kedinginan.
Mereka, mungkin tidak sehangat cinta di sudut senyummu.
Tapi mereka ada. Kamu tahu?
Dan rasanya, malam ini aku masih bisa bertahan.
Tuha, tersenyum padaku bahkan saat aku kembali mempertanyakannya.






I dont know what it is.

There are times,
when you wake up perfectly feel empty,
and you cry your tears out like there's no one listening.
Like with every tears you shed, hapiness will come one step closer.

Sometimes, i, try to convince myself that all this pain will all be gone.
I know that God is there, he'll listen to my pray every now and then,
and though i doubt it again and again, i stumble and fall every step i make to get my self straightened...

I have to hold on to it. Because, i dont have anyone else.


And so you hush yourself, to sleep.
And so you hug yourself, to silence.
And so you push yourself, to hope.
And so you wipe your own tears..




Begging one more night to , please, please be gone right away.
Because morning, as cold as it can be, you will still those comforting crowd. People. Traffic. chat.
Everything, to make you realize that you're not alone.




Dear Mas Anda, would you please tell me how it feels? i need to be thankful to be who i really am.... to be at where i am standing, right now...








Rabu, 26 Januari 2011

Suka

Mari melangkahkan kaki, mungkin perlu sedikit tundukkan kepala.
Karena apa yang dirancangNya tidak akan bisa jelas terlihat kalau kita terus menerus melihat pada yang lebih diatas kita.

Satu, dua mungkin jatuh tertatih pada rintang yang hadir sekedar di jalanmu.
Ingatlah.
Dunia hanya jembatan menuju kekal selamanya.

Ingatlah.
Apapun sakit yang kaurasa saat ini, genggam saja erat erat, jadikan dia bahan bakar doamu, meroket sampai ke arsynya.
Sakit ini akan tiba pada akhirnya.









Selasa, 18 Januari 2011

Takut

Pulang.
Bukankah mudah saja adanya?
ambil kereta pertama, paling pagi,
menunggang kabut menumpas kerinduan yang buncah berminggu minggu.
Meretas angan untuk berpeluk dengan empunya rahim yang meminjamkan nyawanya padamu.

Pulang.
Bukankah mudah saja adanya?
Pesan penerbangan pertama,
di atas awan mempersingkat jeda, untuk cepat cepat menapak bumi,
bertemu lelaki yang meneteskan genetiknya padamu, atau dia yang merawatmu, atau dia yang selalu kaupanggil ayah dalam mimpimu.

Pulang.
Pada anyir bau kencing kucing di halaman belakang,
Pada pohon belimbing tua, di dahannya tercetak kakimu, panjatan pertamamamu.
Pada sumur tua, di baliknya barak rahasia, tempatmu dan kakakmu menyembunyikan gula gula.


Tapi bagiku,
mungkin lain lagi persoalannya.
Kau tahu?
Aku pulang menyeberangi ketakutanku sendiri.
Sesak yang menggenang sampai mencekik, menyelubungi alveoli.

Pulang.
Pada hitam yang belum tuntas.
Pada onak yang siap menghempas.
Pada hampar debu, tempatku siap menjura berurai airmata.

Pulang.
Kerinduan ini menarikku datang.
Kalau sampai layu nanti kakiku, tumpah airmataku, mohon ampunan duh Gusti..
Sungguh apa yang bertubi tubi ini hamba mungkin belum siap menjalani...







Senin, 27 Desember 2010

Tuhan Berpuisi

Tuhan tersenyum dalam lengkung pelangi.

Ditegurnya kita dalam lamunan panjang sesudah hujan.

Ini senyum, kata Tuhan.

Bukankah itu adalah apa yang terpahat di wajahmu dan sesungguhnya tak akan kaulupa?



Tuhan tertawa dalam senja yang merah.

Saat matahari menyerah pasrah dipelum kelam,

dan gelak siang masih terngiang sampai jauh, jauh.

Ada hangat yang kuat saga, bahkan dalam ketergesaan menuju hitam yang hilang.



Tuhan menangis dalam hujan yang panjang,

tentang rintik yang turun sampai berhari hari.

Menenggelamkan kota, manusia, Tuhan menelan dalam kasih yang mungkin tidak kita pahami.

Tuhan memeluk kita lewat malam yang panjang,

dingin menggigit sampai ke sumsum tulang.

Dengan gigil paling beku, meniupi syaraf yang paling kaku.

Dan kita geming dalam selimut hangat, bicara tentang mimpi yang kunjung reda.

Tuhan menunggu kita bangun dan memeluknya kembali.



Tuhan berpuisi dalam lidah alam.

Kau tahu,

terkadang kita beruntung mendengarnya dalam diam,

dalam pasrah sumarah saat hati ada dalam gelisah.

Bahkan mungkin kita mendengarnya dalam kosong yang panjang menjeda,

saat gemerlap lampu kota menelan warasmu,dan alkohol perlahan memburamkan sadarmu.

Mungkin juga, kita pernah terpaku, saat ada hangat yang menyelusup dalam kalbu,

Lalu kita diam, menengok kebelakang, mencari suara entah apa.

Yang meminta kita untuk berhenti.



Tuhan berpuisi,

dan aku masih sama seperti yang sudah sudah,

menengadahkan kepala memasang telinga,

mencari frekuensi hati paling hakiki,

ingin beruntung mendengarnya.

Selasa, 21 Desember 2010

Setengah.


Rintik perlahan melunturkan nama cinta diatas kartu nama, tintanya biru meluruhi luka.
Lukaku.
Ada yang getir, hati yang berpaling pada tikungan komitmen.
Kamu, aku, sama terbawa rasa tentang janji yang menyerpih dilindas jarak.
Padam pada asa yang kian lama suram mengelam.
Hujan pada bahu kita, airmata di pipi kita, payung yang sama menaungi kita.
Kita, tersenyum pada luka yang serupa.
Aku diam menantimu, kamu diam menantinya.


Sore itu, kamu diam di sampingku, bercerita tentang namanya yang tinggal lama di teras hatimu.
Ada pendar yang datang pada tangan kita yang bersisian dalam ketidak sengajaan.
Aku merasakannya.
Menanti jurusan yang sama di halte, entah untuk keberapa kalinya.
Menjemput senyum paling pelangi.
Masihkan lelah hatimu memuai dalam penantian yang belum juga sampai pada nadirnya?
Aku menatapmu, lekat dalam titik air yang pecah di lintasan pipimu.
Kalau nanti janjinya lepas dari genggammu sekali lagi, mungkin akan terbit maumu untuk berpaling padaku.


Kamu masih terus bercerita dalam hujan yang kian lama kian kencang tangisnya.
Aku menyelipkan harap dalam bagasi hati yang kukemas sedari dulu.
Satu kata darimu,
dan aku berjanji akan membawamu lari dari penantian ini.
Mungkin cinta bukan sekedar rasa yang lama dan kita jaga,
tapi tentang pendar yang aku tahu, kamu juga rasa.
Bisakan kita tumbuhkan ia bersama?

Jalan masih panjang membentang, kalau saja tangan ini kausambut dalam pelukmu.





10 kata : @benzbara





Jumat, 10 Desember 2010

Moving, orrrr.

Akhirnya perkuliahan bener bener berakhir. Setelah semua hustle bustle sidang, skripsi, kompre dan semua tetek bengek itu, i can finally kiss D4 goodbye. Well, ga bener2 goodbye. Masih ada yudisium hari senin.

Selanjutnya apa?
Gue, being drama queen as usual, mulai memikirkan banyak hal yang sebenernya ga nyambung nyambung amat ke lulus d4, eh tapi nyambung juga sik.
Pertama. Penempatan.
Gue ga tau, bok, malash penempatan ini ntar gimana. Kabar terakhir yang beredar adalah penempatan dikocok ulang. Innalillahi aja deh kalo gitu. Biasanya penempatan berdasarkan IP. IP gue emang diatas 3. Masalahnya, semua anak STAN juga IPnya diatas 3. buahahahhaha.
Kalo balik ke Surabaya, alhamdulillah, masih dikasih deket sama keluarga lagi.. :)
Kedua. Suasana Baru.
Dua tahun biasa maen maen begajulan, well, nggak sih. Semester 7-8 hectic abis, semester 9 leha leha, dan semester 10 setengah leha setangah mewek karena skripsi...
Sekarang balik lagi ke rutinitas 8-5 kantor. Atau 8-3am. atau 8-12pm. Kalo pas PS yang lembur lembur ngehe itu. hihihihihi.


Apapun itu, selama dua tahun ini banyak banget hal yang kejadian di gue. I fell out of love, i fell in love again, fell out of love again, met new friends, learnt new things, but i refused to let anything that happen to me to be.. just things. You know, karena kalau kita bikin kesalahan tapi ga belajar, itu berarti kita cuma jadi orang yang pathetic. Statis.

Semoga apapun yang kejadian di gue dua tahun ini nggak sia sia ya.. Alhamdulillah selama dua tahun ini ngerti apa definisi temen. Ketemu orang orang baik yang insyaallah selalu gue inget, walau mungkin nggak bisa gue sapa selalu karena satu dan lain hal, but i'll always pray for them.


Ngomong ngomong, kenapa jadi pamitan gini sik? belum lagiiiii. Masih ada dua-tiga bulan di Jakartaaa.. +tepok tepok pipi+


HHHHH. Okey. Intinya adalah..
+bingung+

aahhhh.


Udah ah.


+ngeloyor pergi+