Andai aku,
mampu merangkai kata dari bisunya airmata, dan perihnya kecewaku,
aku ingin bisa.
Menyampaikannya padamu.
Andai aku,
bisa mengartikan kata katamu,
karena bagiku,mereka hanya sembilu,
guratan guratan ngilu di dinding dinding hatiku.
Andai aku,
bisa memiliki kendali,seperti aku,
ingin mengendalikan hidupku,
aku ingin.
Mengambilnya darimu,dan menjadi sauh bagimu.
Andai aku,
hanyalah tentang aku dan aku sendiri.
Seperti bulan berteman sepi,dan setia pada bumi.
Aku ingin, terus seperti ini.
Tapi,bukankah hidup adalah realita,tentang duka lara tawa semuanya?
Bahkan,mengucapkan selamat tinggal padamu pun aku tak mampu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar