Rabu, 24 Desember 2008

Luruh

Airmataku,
tidaklah cukup untuk menghapus pedih,
tiap tiap pemilik lara,yang berpapasan denganku di jalanan dan simpang nasib.

Tapi,cukuplah ia menjadi jalur doa bagiku,
pada Dia yang ada di Arsy.

Agar,menjadi bunga mimpiku,dimana mereka tertawa dan bersama sama,menyentuh pelangi di negri impianku. Belum,belum disini..

Tuhan,kabulkan mimpiku..

Tidak ada komentar: