Seandainya,
dunia tak lagi ramah padaku dan senyumnya,
bukan lagi milikku,
maukah?
Maukah menampungku dalam teduh mimpi mimpimu, bening bulirmu,
berbagi bersama malam dan redup rembulan.
Terkelam.
Karena laramu adalah laraku juga,
dan dunia selagi milik kita berdua,
genggam,genggam dan lemparkan harap itu.
Krisan,mawar, dan sedap malam.
Masih sama bernaung di bawah nuansa lembayung senja.
Tapi aku tidak seindah bunga. Dan tidak segagah beringin itu.
Pinjami aku kuatmu.
Pinjami aku indahmu.
Lalu,pinjami aku hancurmu.
Biar aku menyeratus menyeribu menjuta dan mendebu.
Jadi bintang di galaksi hati seseorang.
Serpih. Serpih. Dan serpih.
Salju. Debu. Bintang. Larik cahaya.
Aku ingin hancur secantik mereka.
Tak perlu lagi ijinku,
datanglah bertamu kapan saja di beranda kisahku,duhai airmata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar