Seperti batu yang terlempar ke dasar palung,aku jatuh dan menjauh.
Dari cahaya.
Apakah,ada jalan untuk kembali?
Mendaki satu satu titian itu,untuk,
menerangi gelapnya duniaku.
Jauh,tinggi dan terjal.
Tapi hanya disana tempatku teraman dan ternyaman.
Sungguh dunia adalah lereng,lereng palung yang hampir hampir lurus.
Jejakkan hatimu di dunia,maka di dasarnya kau berada.
Aku meraba dan meraba dan terantuk. Buta aku sungguh buta.
Apakah,hatiku sudah mengeras,dan membeku dalam perjalanan jatuh itu?
Aku tidak tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar