Rabu, 24 Desember 2008

Luruh II

Saat rima,gerak,dan jiwa,nafas lebur dalam satu keinginan,
untuk luruh bersimpuh dan jatuh cinta berkali lagi padamu,
adakah,yang lebih dari ini?

Sunyi biarlah jadi tiangku,
dan lara jadi penopangku,
karena cintamu,sungguh adalah hidupku.

Luruh,luruh,
aku ingin mati dalam penantianku menggapaimu.
Larut dalam banjir airmata dan perih terindah,ternikmat yang pernah ada.

Rindu. Sungguh aku rindu..

Tidak ada komentar: