Selasa, 02 Desember 2008

Nastiti

Bulan berbisik padaku dari derai derai bambu.
Tentang air mata tentang sembilu tentang dongeng seribu dunia.
Tentang luka,tentang bentang,tentang jarak,dan tentang waktu.

Aku tahu.
Bisiknya.
Karena aku saksi sepanjang tetra penta,mungkin cahaya milenia.

Dituangkan dalam otakku. Penuh. Penuh.
Lalu teringat satu tanya,
yang bertahan dalam genetika sejak purba.

Apa itu cinta?

Bulan berbisik padaku
dari derai derai bambu.
Maafkan aku,katanya.

Tiga hal tentang cinta,
ia tidak berbahasa,
ia tidak bermakna,
tapi ia meraja.

Hanya sebatas itu,
pengatahuanku sepanjang zaman.

1 komentar:

Haris mengatakan...

welcome back... poetic vio (^____^)

ps: i have no idea what this writings is about... but if it gives me hard time to figuring it out then it's a poetry indeed