Tentang badai yang kaubuat di hatiku malam itu,
aku ingin berkisah.
Setelah semua reda dan
tinggal aku,
aku bertemu dengan kesadaran.
Hanya,hanya ada satu.
Nafasmu, hidupmu, cintamu,kata katamu,dan semua kasihmu itu.
Bermuara pada ketunggalan absolut.
Aku duduk memeluk lutut,lelah menangis dan semoga,
tinggal senyum untuk dibagi.
Badai reda.
Langit biru.
Dan aku telah lama menanti,
untuk berdiri menatap horizon ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar